Caption Foto : Wabup Sumrambah didampingi Kajari dan Pengasuh Ponpes Darul Ulum Kepuhdoko saat meninjau vaksinasi santri

mediapetisi.net – Wakil Bupati Jombang Sumrambah memantau pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi santri Pondok Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko tahap pertama. Ikut mendampingi Kajari, Staf Ahli, Kepala Dinkes, Kepala Dinas Kominfo, Kapolsek Tembelang dan Sekretaris Dinkes. Bertempat di gedung Sekolah Menegah Pertama Darul Ulum Kepuhdoko Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Sabtu (10/7/2021)

Pengasuh Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang Jombang KH. Mustain mengatakan vaksinasi untuk santri tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam penanggulangan Covid 19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan disetujui orang tua santri. Karena lingkungan santri sangat rawan dan berisiko jika ada satu saja yang positif Covid-19 maka bukan tidak mungkin akan meluas dan semakin membahayakan. Karena itu, pihaknya akan mewajibkan seluruh santri untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 bagi yang memenuhi syarat. Vaksin tersebut untuk usia 12 sampai 18 tahun yakni siswa SMP sampai SMA.

“Kami dan orang tua santri mendukung program vaksinasi Covid-19 bagi santri ini, kurang lebih ada 2000-an santri sekarang ada di pesantren ini yang terbagi di berbagai sekolah atau lembaga pendidikan dibawah naungan pesantren. Pelaksanaan vaksinasi 3 gelombang yakni hari ini gelombang I diikuti oleh 900 santri, gelombang 2 sekitar tanggal 17 Juli 2021 500 santri dan gelombang 3 dilaksananakan tanggal 24 Juli 2021 diikuti 600 siswa,” terangnya.

Sedangkan Vaksinasi Covid-19 bagi santri Darul Ulum Kepuhdoko tersebut dilaksanakan oleh BLUD Puskesmas Jatiwates Tembelang dan jenis obat vaksin Covid-19 merk Sinovac. KH. Mustain berharap, dengan adanya vaksinisasi tersebut santri dan masyarakat bisa bertambah kekebalan imun tubuhnya sehingga tidak mudah terpapar Covid-19. “Semoga santri maupun guru serta masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti semula serta dapat beribadah dengan tenang. Tetapi meski sudah ada vaksin, semua tetap selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak juga menghindari kerumunan,” tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Sumrambah saat diwawancarai awak media mengatakan kali ini memang mulai vaksin untuk anak karena targetnya memang supaya pembelajaran secepatnya normal, apalagi melihat Varian yang baru ternyata sudah menyerang anak – anak sehingga dilaksanakan vaksin untuk anak – anak dengan jenis vaksin Sinovac. 

“Target selesainya sampai selesai semua karena PPKM Darurat tinggal 10 hari lagi artinya kalau ini antara manajemen dan  aktifitas tidak berjalan dengan vaksin nanti juga akan tidak maksimal. Target setiap hari 20 ribu dengan anak – anak 70% sampai 80% dan sekarang ini kita berada diangka 600 ribu,” jelasnya. 

Sumrambah berpesan kepada keluarganya untuk menjaga Protokol kesehatan meskipun sudah divaksin tidak boleh seenaknya melepas masker ketika di luar rumah karena ini merupakan masa-masa sulit kita. Pandemi Covid-19 ini tidak akan selesai kalau kita tidak memiliki kesadaran dan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan oleh sebab itu sampaikan dan menjadi teladan bagi masing – masing wilayahnya. 

“Tolong sampaikan kepada keluarga juga agar tidak keluar rumah untuk keperluan yang tidak begitu penting. Saya ucapkan terima kasih atas kesediaannya melakukan vaksinasi dan pembelajaran di pondok pesantren Darul Ulum Kepuhdoko ini bisa berjalan kembali normal sedia kala dan semua kegiatan bisa berjalan normal kembali,” pesannya 

Salah satu santri, Siti Nur Azizah (13) yang juga siswi SMP Darul Ulum Kepuhdoko mengatakan bahwa vaksinasi ini merupakan pengalaman pertama di pesantren, meski sedikit sakit ketika disuntik akan tetapi vaksin tersebut sangat penting. Selain itu vaksinasi dapat  memberikan kesehatan dan kenyamanan kepada anak-anak santri,” pungkasnya. (lis)