Caption Foto : Kepala Desa Mundusewu Anisah saat ditemui di kantornya

mediapetisi.net – Terkait pemberlakuan PPKM darurat di Jawa-Bali, Pemerintah Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang selalu melakukan sosialisasi terkait peraturan kepada masyarakat 

“Desa Mundusewu Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.480 Jiwa terdiri dari Laki-Laki sebanyak 2336 Jiwa serta Perempuan sebanyak 2144, luas Desa Mundu Sewu 793 hektar terdiri dari 6 dusun yaitu Dusun Sumberagung, Dusun Mindi, Dusun Jabaran, Dusun Banyu Urip, Dusun Sidowayah serta Dusun Mundusewu,” terang Anisah Kepala Desa Mundusewu saar ditemui diruang kerjanya. Selasa (6/7/21)

Pemerintah Desa Mundusewu dalam mendukung penerapan PPKM darurat di Jawa-Bali melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan cara berkeliling menggunakan mobil Siaga desa, sosialisasi melalui RT/RW untuk mematuhi protokol Kesehatan serta melalui patroli rutin keliling Desa bersama Forkopimcam Bareng.

“Selain itu Pemerintah Desa Mundusewu juga melakukan Kegiatan vaksinasi beberapa kali, pertama untuk Tokoh Mayarakat, Tokoh Agama serta Perangkat desa sekitar 80 orang. Vaksinasi kedua untuk Lansia sebanyak 90 orang dan yang ketiga untuk masyarakat sebanyak 788 orang,” ujarnya.

Khusus bagi Lansia yang tidak bisa datang ke balaidesa untuk melakukan vaksinasi kita lakukan antar jemput menggunakan mobil Siaga Desa. “Di Desa Mundusewu sendiri  terdapat 1 orang meninggal serta 3 orang yang dinyatakan positif melalui swab,” tuturnya.

Desa Mundusewu juga memiliki potensi Desa di bidang pertanian, UMKM telur asin di Dusun Mundusewu, pembuatan krupuk di Jabaran serta tempat wisata di lembah ginten sedangkan BUMDes Desa Mundusewu sendiri menangani penyediaan BPNT berupa beras

Lumbung Pangan Banyu Urip di Desa Mundu Sewu juga mendapatkan penghargaan sebagai Lumbung Pangan termaju nomer dua Se-Kabupaten Jombang serta mendapat bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan berupa Tossa dan alat selep. Lumbung Pangan Banyu Urip sendiri merupakan Ikon Desa Mundusewu.

“Saya berpesan kepada masyarakat agar mentaati protokol kesehatan, kita harus menjaga diri kita sendiri dan menjaga orang lain. Saya harap masyarakat membatasi kegiatan dilingkungannya masing-masing, tidak boleh berkerumun serta penerapan jam malam. Mulai jam 8 malam sudah tidak boleh ada kegiatan masyarakat,” pungkasnya. (azl)