Caption Foto : Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama RI Dr. H. Wawan Djunaedi, MA saat berkunjung di Klenteng Gudo

mediapetisi.net – Kunjungan Kerja Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama RI Dr. H. Wawan Djunaedi, MA dalam rangka menghadiri Diskusi Layanan Pemerintah Bagi Umat Khonghucu di Klenteng Hong San Kiong Desa Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Senin (21/6/2021)

Ketua Pengurus Klenteng Hong San Kong Gudo Toni Harsono/Hokle menyampaikan  terimakasih atas kunjungan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu Kementerian Agama RI Dr.H.Wawan Djunaedi, MA di Klenteng Hong San Kiong Gudo Kabupaten Jombang.

“Kunjungan Kerja Kementerian agama RI dalam rangka diskusi guna menyerap aspirasi umat khonghucu untuk dijadikan masukan buat peningkatan layanan kementerian, serta membuat terobosan baru guna mempercepat kelahiran guru-guru agama Khonghucu yang memiliki latar belakang pendidikan strata satu atau sarjana,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Jombang Drs. H. Leksono mengucapkan terimakasih atas kunjungan kerja dari kementerian agama RI ke klenteng Hong San Kiong Gudo Kabupaten Jombang yang dalam hal ini untuk berdiskusi supaya bisa meningkatkan layanan kementerian. “Mohon binaannya terhadap masyarakat umat Khonghucu yang berada di Kecamatan Gudo. Alhamdulillah wilayah Kecamatan Gudo sampai saat ini dalam situasi aman dan kondusif,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli kementrian Agama RI yang diwaliki oleh Dr. H. Wawan Djunaedi, MA Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu pada Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa kunjungan kerja ke rumah ibadah Khonghucu di Gudo Jombang terkait perintah Menteri Agama RI untuk memilah dan memilih tempat ibadah Khonghucu yang ada di Indonesia untuk di jadikan icon Nasional.

“Yang paling penting kami diperintahkan untuk menggali layanan apa saja yang di butuhkan dari penganut agama Khonghucu. Harapan kami kembali dari bisa membawa hal – hal problem ataupun aspirasi yang bisa kami rumuskan untuk meningkatkan layanan Kementerian,” terangnya.

Kementerian Agama (Kemenag) RI membuat terobosan baru guna mempercepat kelahiran guru – guru agama Khonghucu yang memiliki latar belakang pendidikan strata satu atau sarjana. Sedangkan program studi pendidikan agama Khonghucu yang semula delapan semester menjadi enam semester. Afirmasi ini berlaku untuk masa penerimaan mahasiswa baru selama tiga angkatan, terhitung mulai semester genap tahun akademik 2020-2021

“Sedangkan kalau ada umat yang berminat untuk menjadi guru agama Khonghucu dapat menempuh studi S-1 Pendidikan Agama Khonghucu di Sekolah Tinggi Khonghucu Indonesia (STIKIN) Purwokerto karena STIKIN telah mendapatkan izin operasional dari Menteri Agama Republik Indonesia,” pungkas Wawan. (lis)