Caption Foto : Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Rudy saat membuka pelatihan

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) menggelar fasilitasi kemasan melalui redesain kemasan produk, baik untuk produk makanan minuman maupun produk fashion. Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Disperindag Bambang Rudy Tjahyo S., M.Pd. Diikuti oleh 20 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di wilayah kabupaten Jombang. Bertempat di Aula  Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang. Senin (21/6/2021)

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Rudy Tjahyo menyampaikan tampilan kemasan akan menjadi penentu supaya memikat hati konsumen meski isi adalah utamanya. 

Caption Foto : Hasil produk para IKM

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian menggelar Fasilitasi redesain kemasan bagi IKM. Mereka yang terpilih sebagai peserta adalah para IKM yang sudah mengantongi perizinan. Kita mengakui daya saing di luar sedikit tertinggal, salah satu penyebab utama adalah packagingnya dan kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari. Sehingga kegiatan ini memprioritaskan peningkatan kualitas kemasan produk secara detail karena produk yang bagus didukung kemasan yang oke bisa meningkatkan nilai jualnya,” terangnya.

Sementara itu, Waluyo Hadi dosen desain produk industri dari ITS di laboratorium strategik desain dan management mengatakan bahwa kebetulan ada kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Disperindag dengan SDG ITS. Dirinya mendapat tugas memfasilitasi redesain kemasan untuk di Kabupaten Jombang. Program pelatihan tersebut selama 3 hari mulai dari pengetahuan sampai membuatkan desain.

“Selama 3 hari kita akan mengumpulkan desain mereka yang sudah ada, setelah itu desainnya kita analisa kekurangannya apa lalu kita bahas bersama dan kita buat forum konsultasi. Sedangkan hari ketiga akan dibuatkan desain baru, dengan harapan bisa menambah produktivitas, misalnya bisa lebih dikenal, desainnya lebih layak untuk dijual di pasar modern, desainnya lebih tepat sasaran terhadap bidikan customer, dan lain-lain. Untuk tindaklanjutnya belum menjadi programnya tetapi harapan mereka bisa mencetakkan sendiri dikarenakan para peserta akan mendapat soft copy untuk masing-masing redesain kemasan yang diajukan,” jelasnya. 

“Untuk hari pertama kita belum menganalisa, karena dari IKM sendiri belum menganalisa referensi yang ada, makanya tadi kita mencari 10 referensi untuk masing-masing IKM, kita akan lihat dahulu pesaing – pesaing atau desain-desain yang bagus baik di dalam negeri maupun di luar negeri itu seperti apa, kemudian kita analisa bagusnya dimana. Selain itu dengan didampingi dari Tim Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam hal ini diwakili oleh Penyuluh Perindag, kami juga melakukan review untuk masing-masing desain kemasan, banyak hal yang perlu dibenahi terutama jika dilihat dari sisi peraturan perundang-undangan tentang label produk,” pungkas Waluyo. (lis)