Caption Foto : Menteri Desa saat menyerahkan penghargaan kepada Kades Pulosari

mediapetisi.net – Musyawarah Desa Penetapan Hasil Pemutakhiran Data IDM (Indeks Desa Membangun) berbasis SDGs Desa tahun 2021di Desa Pakel dan Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang diapresiasi langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia, DR. Drs. H. Abdul Halim Iskandar. Sabtu (22/5/2021)

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar berharap dengan pengahargaan tersebut bisa memotivasi para Pendamping dan Perangkat Desa dalam menyelesaikan pemutakhiran data berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa sebelum 1 Juni 2021 dan desa di kecamatan Bareng sudah selesai semua.

Pemerintah melalui peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No 2 tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun (IDM) menegaskan bahwa dalam rangka percepatan pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang berkelanjutan bagi pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri, maka perlu disusun ketersediaan data sebagai dasar pembangunan desa dan kawasan perdesaan serta penetapan status kemajuan dan kemandirian desa.

“SDGs desa merupakan turunan dari Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs Nasional. SDGs desa diharapkan sebagai acuan untuk pembangunan desa tahun 2020-2024,” harapnya.

Pendataan SDGs desa untuk mengimplementasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat berbasis data. Selain itu untuk menyusun pokja relawan pendataan desa, memutakhirkan data pada level desa, level rukun keluarga, level keluarga, dan level warga, menganalisis data sesuai kaidah SDGs Desa, merekomendasikan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat sesuai hasil analisis SDGs Desa.

“Pengolahan dan analisis data dilakukan secara elektronik oleh sistem informasi desa yang dikembangkan oleh Kementerian Desa, PDTT. Hasil pengolahan dan data SDGs Desa dapat dilihat oleh pemerintah desa secara detil, dan rekapnya dapat dilihat oleh Pemerintah Daerah pada level Kecamatan, Kabupaten/Kota, dan Provinsi, serta masyarakat pada umumnya,” terang Gus Menteri sapaan akrabnya.

Sedangkan bagi desa-desa di Indonesia, pelokalan SDGs menjadi SDGs Desa benar-benar dibutuhkan. Bahkan SDGs Desa menjadi acuan utama pembangungan jangka menengah desa seluruh Indonesia. SDGs teruji memudahkan pengukuran pembangunan, karena ukurannya sendiri menyeluruh terhadap aspek-aspek kehidupan warga dan lingkungannya. Karena itu, pelokalan SDGs sebagai SDGs Desa membuat ruh pembangunan desa menjadi jelas dan terinci dalam tujuan-tujuan yang holistik.

“Melalui data ini nantinya menjadi rekomendasi atau rujukan bagi Pemerintah Desa untuk menyusun Rencana kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2022 dan APBDesa tahun anggaran 2022. Dalam membangun desa tetaplah bertumpu dengan budaya dan adat desa. Dan apa yang ada di desa Pakel dan Pulosari Bareng ini bisa menjadi rujukan dan tutorial Musdes yang sempurna hanya 20 hari. Desa yang sudah maju harus mengarah ke desa mandiri,” tutur Gus Menteri Halim.

Di tempat yang sama Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang telah diberikan oleh Menteri Desa PDTT kepada seluruh Desa di Jombang serta para pihak yang terlibat seperti pokja relawan pendataan desa menyukseskan pendataan SDGs desa tahun 2021 di Kabupaten Jombang, sehingga bisa mengeluarkan hasil rekomendasi arah pembangunan desa sesuai dengan kondisi aktual yang ada di desa, guna mendukung program Pemerintah Kabupaten dalam mewujudkan Jombang yang Berkarakter dan Berdaya Saing.

“Kabupaten Jombang siap menjadi percontohan pemutakhiran data IDM (Indeks Desa Membangun) berbasis SDGs Desa tahun 2021 dan siap menjadikan 302 Desa dan 4 Kelurahan menjadi Desa Mandiri nantinya,” pungkasnya. (lis)