Caption Foto : Kabid. Konservasi Alam DLH saat melakukan aksi penanaman pohon di Desa Pakel

mediapetisi.net – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang melakukan perlindungan mata air kembali dengan tema “Menjaga alam menjaga masa depan”. Bersama Forpimcam Bareng, Pemerintah Desa Pakel dan Pramuka Saka Kalpataru dengan melakukan aksi penanaman pohon pada 1 hektar lahan di sekitar mata air yang digunakan untuk kebutuhan air bersih masyarakat Desa Pakel pada Hari Sabtu 27 Maret 2021.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Abdul Qudus menyampaikan aksi penanaman pohon pada 1 hektar lahan tersebut dengan menanam lebih dari 1.000 batang pohon dengan jenis Kemiri, Alpukat, Nangka, Jambu, Sirsat dan Bambu. Kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan 100 orang mendorong keterlibatan masyarakat dan pelajar dalam mendukung perlindungan mata air dengan aksi nyata. 

“Selain itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh jajaran Forpimcam, Pemerintah Desa Pakel dan tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam melakukan upaya bersama untuk melestarikan dan melindungi kawasan sekitar mata air. Tidak hanya itu, bekerjasama dan berperan aktif mencegah terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas mata air di wilayah Desa Pakel dan bekerjasama dan berperan aktif mensosialisasikan program perlindungan mata air sebagaimana Peraturan Daerah No. 5 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Mata Air,” terangnya.

Sedangkan perwujudan kerja sama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam pembangunan lingkungan hidup. Peningkatan partisipasi dengan pola pendekatan dan edukasi pada masyarakat harus terus dilakukan. Karena hal tersebut sangat terkait dengan perilaku, kebiasaan dan budaya masyarakat, tentang bagaimana memperlakukan dan menghargai lingkungan dengan lebih baik lagi. 

“Saya juga mengajak semua untuk bisa membiasakan menanam pohon, merawat dan menjaga lingkungan. Kegiatan tanam pohon ini merupakan wujud tanggungjawab nyata dari setiap individu pada bangsa sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sebagaimana Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017 yang mewajibkan kita menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 pohon selama hidup. Angka 25 batang itu berasal dari 5 batang saat sampai jenjang SD, 5 batang SMP, 5 batang SMU, 5 batang perguruan tinggi, dan 5 batang saat menikah,” pungkas Abdul Qudus. (lis)