Caption Foto : Kepala Puskesmas Keboan saat divaksinasi

mediapetisi.net – Launching pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 di BLUD Puskesmas Keboan hari pertama didampingi Forkopimcam Ngusikan yakni Camat Ngusikan Wahyu Purnomo SH, MSi, Kapolsek Ngusikan AKP. Soesilo dan Anggota Komisi D DPRD Jombang Lusi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kamis (28/1/2021)

Kepala Puskesmas Keboan dr. Binti Sukartini menyampaikan program vaksinasi Covid-19 merupakan program yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan  Republik Indonesia dalam penangggulangan penyebaran virus Covid-19. Sesuai ketentuan Kemenskes penerima pertama vaksin adalah Tenaga Kesehatan karena sebagai garda terdepan dalam pandemi Covid-19. Sedangkan jumlah penerima pada tahap pertama ini Puskesmas Keboan mendapatkan 56 vaksin. 

“Vaksin ini telah menjalani uji klinis sejak bulan Juni tahun 2020 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Nomor : HK.02.02.1.2.1.1.20.1126 tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persetujuan Darurat yang menyatakan vaksin ini memiliki tingkat efikasi sebesar 65,3 persen berdasarkan uji klinis di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan Fatwa MUI nomor : 02 tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Scinces co.Ltd China dan PT Biofarma (persero)  yang berarti program vaksinasi ini aman dan halal,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Keboan dr. Binti Sukartini mendapatkan suntikan vaksin pertama yang kemudian dilanjutkan pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan non kesehatan yang lain di BLUD Puskesmas Keboan. Sedangkan alur vaksinasi di BLUD Puskesmas Keboan ada 4 meja yakni meja pertama untuk registrasi, meja kedua untuk skrining, meja ketiga untuk vaksinasi dan meja ke empat untuk pencatatan pelaporan dan edukasi.

“Untuk pelaksanaan vaksinasi dilakukan selama 2 (dua) hari yakni pada tanggal 27 dan 28 Januari 2021. Hari pertama total sasaran vaksin sebanyak 56 orang tetapi jumlah yang hadir 54 orang diantaranya orang yang diivaksin sebanyak 40 orang, yang ditunda 9 orang dan yang tidak diberikan ibu hamil 4, menyusui 2 serta penyintas 1. Sehingga total yang vaksinasi  masih 71,42 persen,” ungkapnya.

Sedangkan hari kedua vaksinasi jumlah sasaran sebanyak 16 orang dengan jumlah yang divaksin 4 orang, ditunda 6 orang dan yang tidak diberikan ibu menyusui 2 orang  dan ibu hamil 4 orang dengan total 25 persen. Sehingga total capaian sasaran 56 orang dengan jumlah yang divaksin 47 orang, tidak diberikan 6 orang dan ditunda 6 orang, jadi total yang berhasil vaksinasi 78,5 persen.

“Sasaran yang diberikan vaksinasi adalah orang yang dalam keadaan sehat setelah dilakukan skreening. Sedangkan sasaran yang ditunda adalah yang sedang hamil dan menyusui. Sasaran yang ditunda akan diberikan vaksinasi setelah melahirkan dan tidak menyusui. Setelah pelaksanaan vaksinasi tidak ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terhadap semua tenaga kesehatan dan non kesehatan yang di vaksinasi. Setelah diobservasi dalam keadaan aman tidak ada keluhan, boleh pulang dan mendapatkan kartu vaksinasi covid 19,” pungkas dr. Binti. (Lis)