Caption Foto : Bupati Jombang didampingi Camat dan Kades saat ngecek kondisi mobil siaga desa

mediapetisi.net – Pengarahan Bupati Jombang dalam rangka inventarisasi mobil siaga desa. Dihadiri Wakil Bupati Jombang, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag. dan Camat serta Kepala Desa se Kabupaten Jombang. Bertempat di Lapangan Pemkab. Jombang. Jumat (20/12/2019)

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan Mobil siaga desa tetap inventori, tetapi bagi yang baru harus sudah ada penyerahan. Hasil dari survey dan pemantauan, serta cek oleh Asisten masih 85% dalam keadaan baik dan layak pakai.

“Terimakasih semuanya, sudah lima tahun bisa menjaga mobil ini. Tabung pemadam kebakaran memang memiliki batas waktu yang harus diisi menggunakan dana desa dan bagi yang belum lengkap untuk dilengkapi. Saya juga berterimakasih kepada bapak ibu kepala desa periode sebelumnya yang telah merawat, menjaga yang berada dalam pantauan bapak ibu camat,” ucapnya.

Kepada kepala desa yang baru dan telah diserahkan dimohon juga untuk dirawat, perawatan yang paling awet ini adalah dengan tidak menggonta-ganti sopir agar mobil terawat. Mobil siaga Desa ini diharapkan dipersiapkan sewaktu-waktu masyarakat membutuhkan, mobil harus dalam kondisi baik dan siap pakai. Jika untuk kepentingan masyarakat umum diharapkan agar sopir tidak diserahkan dan diharapkan sopirnya tetap dan benar-benar diperhatikan agar inventaris dijaga dengan baik.

“Jangan sampai ada yang seperti tahun lalu untuk mengangkut ayam dan masuk ke sawah, karena ini bukan angkutan muatan/barang, tetapi angkutan manusia terutama masyarakat yang sakit yang diprioritaskan. Saya ingin setiap selapan sekali ada pengajian mar’atus Sholihin di masjid Jami Baitul mukminin yang merupakan pengajian ibu-ibu seluruh Jombang diharapkan mobil siaga Desa mengajak masyarakat secara bergantian karena tidak semua masyarakat Jombang tau dan pernah masuk masjid Baitul mukminin alun-alun. Setiap Sabtu pon pagi dan hanya sebentar mulai jam 07.00-10.30 ¬†diharapkan dikoordinasi khusus untuk perempuan,” harap Mundjidah.

Sementara itu, Asisten 3 Hari Oetomo menyampaikan bahwa tahun 2014 mobil siaga desa sebagai sarana transportasi penunjang bagi masyarakat dan pada tahun 2019 sudah memasuki masa tahun ke 5 pemanfaatannya, sehingga perlu dilakukan inventarisasi guna mengetahui kondisi terkini dan kelayakan kendaraan tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan sedikitnya sekali dalam 5 tahun dan merupakan bentuk dari rangkaian penatausahaan barang milik daerah.

“Tujuannya untuk mewujudkan tertib administrasi serta pengendalian dan pengawasan yang efektif terhadap pemanfaatan barang milik daerah serta mengimplementasikan visi kabupaten Jombang yaitu bersama mewujudkan Jombang yang berkarakter dan berdaya saing dan misi dibidang kesehatan untuk ¬†meningkatkan fasilitas dan sarana pelayanan masyarakat terhadap kesehatan secara rasional dan merata,” terangnya.

Dari pendataan terhadap mobil siaga Desa sebanyak 306 unit se Kabupaten Jombang telah terinventarisir dan terverifikasi dengan kondisi diantaranya seluruh kendaraan dapat dikategorikan siap atau layak jalan, kelengkapan peralatan penunjang fungsi mobil siaga Desa kebanyakan masih dilakukan 85% dengan kondisi baik, sisanya dalam kondisi rusak berat dan tidak ada.

Khusus untuk tabung pemadam kebakaran, semuanya sudah melewati masa pakai atau kedaluarsa, karena hanya memiliki usia pakai 3 tahun, akan tetapi dapat difungsikan kembali dengan melakukan pengisian ulang. Seluruh mobil siaga Desa telah melaksanakan penggantian stiker sesuai dengan visi kabupaten Jombang, yaitu Jombang berkarakter dan berdaya saing. Mobil Siaga Desa masih layak untuk digunakan sebagai sarana transportasi penunjang pelayanan kesehatan dan sosial kepada masyarakat Desa, pungkas Hari.