Caption foto :penandatanganan MoU oleh Kadis PPKB dan PPPA berlangsung

mediapetisi.net – Seminar kependudukan bertema, “Bonus demografi sebagai unggulan menuju masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing” dengan slogan saatnya yang muda yang berencana, jika terencana semua lebih mudah” dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Bertempat di Pendopo kabupaten Jombang. Selasa (20/8/2019).

Pada seminar kependudukan ini, Dinas PPKB dan PPPA juga melakukan penandatanganan Mou yang berhubungan dengan layanan KB di Faskes dengan RSUD Ploso dan MOU dengan MAN 1 dan MAN 4 Jombang sebagai percontohan sekolah kependudukan di Kabupaten Jombang yang disaksikan oleh Bupati Jombang dan kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Sedangkan Narasumber yang dihadirkan selain kepala perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur, SP, MM, ada pula seorang psikolog yang juga menjadi dosen UIN Surabaya, DR. Lailatin Fauziyah, S.Psi, M.Si, M.Psi dan ketua koalisi Indonesia untuk kabupaten Jombang, DR. H. Muchtar, S.E, M.Si.

Tema Seminar kependudukan ini jika digabungkan dengan tema HUT kemerdekaan Indonesia ke 74 “SDM Unggul, Indonesia maju” yang masuk dalam Nawacita ke 5 dengan mempersiapkan generasi milenial atau generasi muda yang unggul. Untuk mewujudkan hal tersebut, tidak lepas dari keberadaan Dinas PPPA PPKB, karena mulai keluarga yang menentukan generasi yang unggul dan berkualitas untuk kemajuan Indonesia, ungkap Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab.

Lanjut Mundjidah, aspek masalah kependudukan ditentukan oleh: kuantitas penduduk, kualitas penduduk dan persebaran penduduk, masalah data informasi dan administrasi kependudukan. Jombang berdasarkan data 2018, jumlah penduduk di Jombang ada 1.200.000 dan sekarang sudah mencapai 1.358.000. Data tersebut menunjukkan perkembangan penduduk di Jombang sangat pesat. Untuk itu, harus diimbangi dengan dasar pernikahan yang sakinah, mawaddah, warohmah agar keturunannya nantinya juga dapat meneladani orang tuanya.

“Sebagai orang tua, kita harus memberikan penguatan kepada anak-anak kita, generasi kita, keturunan kita agar jangan sampai melenceng dari orang tua dengan dasar pernikahan yang sah. Saya berharap kepada narasumber untuk memberikan motivasi kepada peserta seminar dan agar peserta juga dalam berbicara tidak lepas dari program keluarga berencana. Mundjidah juga meminta agar tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan dan menerangkan hal tersebut kepada masyarakat, agar rumor masa lalu terkait perbedaan gender dapat dihapuskan dengan terus mensosialisasikan dan membuat inovasi, serta mensukseskan pembangunan dalam rangka memajukan Indonesia dengan SDM yang unggul,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB dan PPPA, Nur Kamalia mengatakan bahwa, Bonus demografi merupakan suatu kondisi, komposisi jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) lebih besar dibandingkan dengan usia yang tidak produktif. Generasi milenial dengan jumlah yang cukup banyak merupakan suatu tantangan dan peluang, sehingga perlu adanya kajian dengan mengadakan seminar untuk membahas bonus demografi yang ada di Kabupaten Jombang.

“Seminar ini meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendekatan keluarga, memperluas promosi dan sosialisasi program advokasi dan KIE pengendalian penduduk di Kabupaten Jombang, melakukan advokasi dan ┬áKIE pengendalian penduduk lintas sektor, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam hal penguatan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga/KKBPK. Terdapat 350 orang peserta seminar, yang terdiri dari: Organisasi tim penggerak PKK, Muslimat kecamatan se Kabupaten Jombang, Puspa, kader sub PKBB dan PPKBB se Kabupaten Jombang, serta organisasi lintas agama,” pungkasnya. (rin)