Caption Foto : Tanggul Kali Marmoyo yang jebol

mediapetisi.net – Curah hujan sangat tinggi, air meluber hingga menggenangi area sawah akibat dari Tanggul darurat Kali Marmoyo Desa Jatigedong Kcamatan Ploso Kabupaten Jombang jebol.

Tanggul Kali Marmoyo tersebut sudah dua kali mengalami jebol, karena curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit sungai meningkat. Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Filipe Dias Quintas ketika di konfirmasi. Jumat (6/2/2026)

Pada bulan Januari dan Februari memang merupakan puncak dari Hidrometeorologi, fenomena bencana alam yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca, iklim, dan kondisi atmosfer/hidrologi ekstrem, seperti curah hujan tinggi, angin kencang, dan suhu ekstrem.

Menurut Wiku, hingga kini masih belum bisa dilakukan upaya pencegahan karena debit air yang masih tinggi. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas teknis untuk penanganannya.

“Kami dari BPBD koordinasi dengan Dinas PUPR terus melakukan pemantauan perkembangan di Kali Marmoyo, untuk menangani tanggul yang jebol tersebut,” terangnya.

Kepala BPBD juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak beraktivitas di areal tersebut, dan selalu waspada karena cuaca saat ini tidak menentu, imbaunya.

Terpisah, Sultoni Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Jombang saat di konfirmasi menyampaikan petugas dari PUPR belum bisa melakukan penutupan tanggul lantaran terkendala debit sungai tinggi.

“Sampai siang ini, debit Marmoyo masih cukup tinggi, sehingga belum bisa dilakukan penutupan,” jelasnya

Sementara, Petugas dari PUPR masih memfokuskan penanganan pada pembersihan sungai dari sumbatan material yang memperparah luapan air.

”Fokus kami dari PUPR masih membersihkan sangkrah di Jembatan Gedongombo yang numpuk, sembari menunggu debit airnya menurun., Selanjutnya akan dilakukan penanganan,” tandas Sultoni. (yn)