Caption Foto : dari kiri, Wagub Emil dan Bupati Warsubi saat menanam tebu

rmediapetisi.net – Upaya meningkatkan produktivitas tebu terus didorong Pemerintah Kabupaten Jombang melalui program bongkar ratoon atau peremajaan tanaman tua. Langkah ini menjadi bagian dari target nasional untuk mencapai swasembada gula konsumsi pada 2028, sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pemasok utama gula Indonesia.

Peluncuran program tersebut dilakukan di lahan Gapoktan Wuluh Kecamatan Kesamben dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Plt. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya, Direktur Utama PT Sinergi Gula, Bupati Jombang Warsubi Forkopimda, Ketua Komisi B Anas Burhani, Para Pimpinan Pabrik Gula, Sekda Agus Purnomo dan Para petani baik secara langsung maupun daring. Rabu (3/12/2025)

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi tinggi kepada para petani Jombang yang telah bergerak cepat. Sebanyak ±2.195 hektare lahan telah melakukan bongkar ratoon secara mandiri (Pola A) sebelum program resmi Kementan dimulai pada Oktober.

“Keseriusan petani kita luar biasa. Mereka berjuang secara mandiri untuk menyukseskan swasembada gula. Karena itu, kami mengusulkan secara resmi kepada Kementan agar petani yang sudah melakukan bongkar ratoon mandiri ini tetap bisa mendapatkan bantuan operasional yang telah dianggarkan,” tegasnya.

Untuk program resmi Kementan tahun ini, usulan Bongkar Ratoon di Jombang mencapai 502,22 hektare yang saat ini sedang dalam tahap distribusi benih. Potensi hilirisasi tebu, tidak hanya sebagai pemanis tetapi juga sebagai bahan baku bio metanol untuk kemandirian energi hijau nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Wagub secara simbolis menyerahkan bantuan Traktor Roda 4 kepada Gapoktan penerima. “Semoga bantuan ini dapat memperlancar proses Bongkar Ratoon dan meningkatkan mekanisasi pertanian di Jombang,” harapnya.

Sedangkan pogram percepatan swasembada gula ini memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani. Kenaikan produktivitas dan rendemen (kualitas gula) akan berdampak langsung pada pendapatan petani tebu.

“Peningkatan produksi lokal Jombang dan Jawa Timur (yang menyumbang hampir 50% produksi nasional) akan membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga gula konsumsi nasional. Upaya pengembangan tebu juga membuka peluang bagi industri turunan, seperti bio etanol, yang mendukung kemandirian energi nasional di masa depan,” jelas Wagub Emil.

Sememtara itu, Bupati Jombang, Warsubi menekankan peran strategis Jombang sebagai salah satu lumbung tebu utama di Jawa Timur. Data Dinas Pertanian Jombang tahun 2024 menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor tebu menyebut luas areal tanam meningkat menjadi 10.787 hektare dari 10.102 hektare pada 2023. Total produksi tebu mencapai 787.246 ton. rendemen rata-rata naik signifikan menjadi 7,11% (sebelumnya 6,5%), menunjukkan peningkatan kualitas gula.

“Meskipun luas lahan bertambah, produktivitas belum maksimal karena banyak tanaman tua. Melalui Bongkar Ratoon ini, kami menargetkan produktivitas tebu kembali meningkat dari rata-rata 70 ton per hektare menjadi 80–100 ton per hektare,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang juga berkomitmen penuh mendukung target Pemerintah Pusat untuk mencapai Swasembada Gula Konsumsi pada tahun 2028.

“Kami berharap dukungan Pemerintah Provinsi dan Pusat terkait kelancaran distribusi pupuk bersubsidi khusus tebu, bantuan alsintan (alat mesin pertanian) modern untuk menekan biaya pengolahan dan meningkatkan efisiensi,” pungkasnya. (yn)