Caption Foto : Kepala MTsN 8 Jombang saat membuka Perjusa

mediapetisi.net – MTs (Madrasah Tsanawiyah) Negeri 8 Jombang salah satu madrasah negeri sebagai madrasah pencetak siswa siswi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

Pada ajaran baru tahun 2025/2026 MTs Negeri 8 Jombang menerima siswa baru dan sudah melakukan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari MATSAMA, PERJUSA hingga proses belajar dan mengajar. Hal ini disampaikan oleh Hj Hindun, S.Ag., M.Pd Kepala MTsN 8 Jombang. Jumat (25/7/2025)

Menurut Hindun, MATSAMA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) di MTs memiliki beberapa manfaat penting bagi siswa baru di MTSN 8 Jombang, antara lain: membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan madrasah yang baru, memperkenalkan budaya dan nilai-nilai madrasah, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap madrasah.

“Sedangkan PERJUSA, atau Perkemahan Jumat Sabtu, memiliki banyak manfaat bagi siswa-siswa MTs (Madrasah Tsanawiyah). 8 Jombang. Diadakannya PERJUSA bertujuan untuk melatih kemandirian, kerja sama, kedisiplinan, dan kepemimpinan siswa di MTSN 8 Jombang. Selain itu, perjusa juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar siswa dan mengembangkan keterampilan hidup melalui berbagai tantangan yang diberikan,” terangnya.

Perlu diketahui, inilah beberapa manfaat utama perjusa yang diadakan di MTs N 8 Jombabg, Meningkatkan kemandirian. Siswa belajar untuk mengurus diri sendiri, seperti memasak, mendirikan tenda, dan mengatur waktu mereka sendiri. Melatih kerja sama dan solidaritas. Melalui kegiatan kelompok, siswa belajar bekerja sama, saling membantu, dan menghargai perbedaan pendapat. Mengembangkan jiwa kepemimpinan, Beberapa kegiatan dalam perjusa dirancang untuk melatih siswa dalam mengambil inisiatif dan memimpin kelompok.

Selain hal tersebut perjusa di MTSN 8 Jombang juga Menumbuhkan rasa tanggung jawab. Siswa belajar bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban mereka selama kegiatan perjusa. Mempererat tali persaudaraan. Kegiatan perjusa, seperti api unggun dan permainan kelompok, menciptakan momen kebersamaan yang mempererat hubungan antar siswa. Mengembangkan keterampilan hidup. Siswa belajar memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan situasi baru dalam suasana perkemahan. Mencintai lingkungan dan kepedulian sosial. Perjusa dapat diisi dengan kegiatan yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kepedulian terhadap sesama.

“Selain itu, mengasah kreativitas. Berbagai kegiatan seni dan permainan dalam perjusa dapat merangsang kreativitas siswa. Membentuk karakter. Secara keseluruhan, perjusa membantu membentuk karakter siswa menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi,” jelas Hindun.

Selanjutnya dimulailah proses belajar mengajar tahun ajaran baru. Untuk tahun ajaran baru yang dimulai sejak tahun 2025 , MTsN 8 membuka kelas unggulan tahfidz, Speaking English dan juga mahir baca AlQuran

“Manfaat unggulan dari tahfidz (menghafal Al-Quran) dan mahir baca Al-Quran di MTsN 8 Jombang adalah mendapatkan pahala yang besar, syafaat di akhirat, ketenangan hati, dan membentuk karakter Islami yang kuat. Selain itu, menghafal Al-Quran juga dapat meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta memberikan keberkahan dalam hidup,” ungkap Hindun.

Untuk kelas Speking English di MTsN 8 Jombang, yang dimaksudkan Komunikasi Global Bahasa Inggris yaitu bahasa internasional yang digunakan secara luas di berbagai bidang, seperti bisnis, sains, teknologi, diplomasi, dan pariwisata. Memungkinkan interaksi dengan orang dari berbagai negara dan budaya, memperluas jaringan sosial dan profesional. Memudahkan dalam berkomunikasi saat bepergian ke luar negeri, bahkan di negara yang bahasa resminya bukan bahasa Inggris.

Speking English juga mampu untuk Pengembangan Diri. Meningkatkan Kepercayaan Diri. Kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan lancar dapat meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Kemudian juga berguna memperluas Wawasan. Mempelajari bahasa Inggris membuka pintu untuk memahami budaya dan perspektif yang berbeda. Melatih Kemampuan Kognitif.

“Belajar bahasa Inggris, dapat meningkatkan kemampuan kognitif seperti memori, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan Kemampuan Berbahasa. Memperkaya Kosakata. Semakin banyak berbicara bahasa Inggris, semakin banyak kosakata yang dikuasai. Meningkatkan Tata Bahasa: Melalui praktik berbicara, tata bahasa bahasa Inggris secara alami akan meningkat,” papar Hindun.

Sedangkan proses belajar mengajar ajaran baru di MTs (Madrasah Tsanawiyah) adalah serangkaian kegiatan interaksi antara guru dan siswa yang bertujuan untuk mentransfer pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan membentuk sikap serta nilai-nilai pada siswa. Proses ini melibatkan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Proses belajar mengajar melibatkan guru sebagai fasilitator dan siswa sebagai pembelajar. Guru berperan dalam menyampaikan materi, memberikan contoh, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sementara itu, siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran, bertanya, berdiskusi, dan mengerjakan tugas. Transfer Pengetahuan dan Keterampilan. Tujuan utama dari proses belajar mengajar adalah transfer pengetahuan dan keterampilan dari guru kepada siswa. Hal ini mencakup pemahaman konsep, penerapan rumus, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis.

Pembentukan Sikap dan Nilai. Selain transfer pengetahuan, proses belajar mengajar juga bertujuan untuk membentuk sikap dan nilai-nilai positif pada siswa. Hal ini berkaitan dengan pengembangan karakter, etika, dan kepribadian siswa. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Proses belajar mengajar yang efektif melibatkan perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terstruktur, dan evaluasi yang berkelanjutan.

“Perencanaan mencakup penyusunan silabus, materi, dan metode pembelajaran. Pelaksanaan melibatkan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas. Evaluasi dilakukan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran dan memberikan umpan balik bagi siswa dan guru. Sedangkan Proses belajar mengajar terjadi dalam situasi edukatif, di mana guru dan siswa berinteraksi dalam lingkungan yang mendukung pembelajaran. Lingkungan bisa berupa kelas, laboratorium, atau lingkungan alam sekitar,” pungkas Hindun. (yn)