Caption Foto : Tim Juri saat meninjau wisata desa Sumber Celeng Bulurejo
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata telah melaksanakan Lomba Desa Wisata Tahun 2023 dan diikuti oleh beberapa desa di Kabupaten Jombang. Setelah diseleksi beberapa juri muncullah tiga desa yang terpilih masuk lomba wisata.
“Sehingga lomba desa wisata terdapat 3 peserta desa yang berasal dari Desa Bulurejo Kecamatan Diwek dengan destinasi sumber celeng, Desa Ngampungan Kecamatan Bareng dengan destinasi kolam renang Pandansili, Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung dengan destinasi Pasar Barongan,” terang Bambang Nurwidjanto Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Jombang saat ditemui di kantornya. Rabu (6/12/2023)
Menurut Bambang, lomba desa wisata tersebut merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa wisata yang memenuhi kriteria yang ditentukan pada proses seleksi dan penilaian adapun salah satu yang melatarbelakangi diadakan lomba ini ialah melalui dukungan pembangunan desa wisata sebagaimana yang termuat dalam undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa.
“Lomba desa wisata tersebut untuk mengoptimalkan kapasitas desa menjadi desa wisata yang unggul dalam rangka mempercepat pembangunan dan pengembangan desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatmasyarakat,” ungkapnya.
Desa Ngampungan, Desa Bulurejo dan Desa Mojotrisno tersebut bersaing ketat untuk menjadi desa wisata terbaik tahun 2023 dan masih menunggu pengumuman. Sedangkan jurinya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Perwakilan Universitas Petra Surabaya dan Pegiat Wisata Desa Nasional. Untuk seleksi awal oleh Asisten, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata dan Bodang Pariwisata.
Untuk kedepannya lomba desa wisata menjadi evaluasi Pemerintah Kabupaten Jombang, dikarenakan harus sesuai persyaratan juknis lomba dan salah satu syaratnya tempat wisata dibangun di atas tanah khas desa. Karena di Kabupaten Jombang memiliki banyak destinasi yang sudah berjalan baik tetapi tidak dapat mengikuti.
“Perlombaan desa wisata akan tetap kita lanjutkan dikarenakan tujuan diadakannya tidak hanya sekedar menang atau kalah, baik atau buruk melainkan untuk memberikan motivasi serta rangsangan bagi desa agar mempunyai potensi dalam pembangunan pariwisata desa masing – masing,” jelas Bambang.
Lomba desa wisata selanjutnya akan dievaluasi di tahun berikutnya, sehingga peserta yang mengikuti lomba desa wisata di tahun berikutnya bisa lebih banyak, karena sekarang banyak desa wisata yang maju tetapi tidak di tanah khas desa tetapi tanah sewa. Apalagi hadiahnya lumayan besar, kami juga berharap hadiah tidak hanya untuk infrastruktur bangunan tetapi dapat dibelikan peralatan atau mainan untuk melengkapi wisata desa yang sifatnya barang bisa bergerak dan tidak permanen.
“Saya berharap, dengan adanya lomba desa wisata setiap desa dapat benar – benar mandiri, khususnya dalam hal peningkatan pendapatan di setiap desa. Hal tersebut merupakan sumber potensi untuk dapat dikembangkan di sektor pariwisata,” tandas Bambang. (yr)










