Caption Foto : Wakil Bupati Jombang dan Ketua KPU Jombang saat naik Reog Ponorogo

mediapetisi.net – Kirab Pemilu 2024 KPU Jombang diramaikan oleh kelompok seni tradisional ikut meramaikan kirab bendera Pemilu 2024 di Jombang Jawa Timur. Selain itu juga ada kelompok drumband dari SMK PGRI 1 Jombang. Selasa (5/9/2023)

Kirab bendera ini tiba di Pemkab Jombang sekitar pukul 13.30 WIB. Mengawali titik start di kantor Pemerintah Kabupaten Jombang. Menyertai pawai bendera merah putih dan bendera Parpol peserta Pemilu. Selain itu, paguyuban kesenian jaranan dipadu reog Ponorogo turut menyertai menuju ke Alun-alun setempat.

Lalu, rombongan mobil kuno yang ditumpangi oleh komisioner KPU Jombang. Di belakang itu terdapat barisan lembaga adhoc, mulai PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara). Mereka berbaris rapi sembari mengibarkan bendera merah putih berukuran kecil.

Kesenian reog juga ikut serta dalam kirab tersebut. Tentu saja, diiringi tetabuhan khas kesenian asal Ponorogo tersebut. Seluruh rombongan menuju alun-alun yang berjarak sekitar 1 kilometer. Sampai di lokasi, jajaran Forkopimda sudah menyambut.

Dalam kesempatan tersebut, juga turut dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima serta Deklarasi Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa. Turut diserahkan pula Cinderamata Suara Rakyat (Sura) dan Suara Pemilu (Sulu) yang merupakan Maskot Pemilu Serentak Tahun 2024.

“Hari ini adalah penyerahan kirab bendera Pemilu 2024, dari KPU Kabupaten Mojokerto disampaikan ke KPU Jombang. Untuk selanjutnya, kirab bendera ini kita teruskan ke seluruh wilayah di Kabupaten Jombang, di enam dapil (daerah pemilihan),” terang Plt Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi.

Kirab di enam dapil tersebut dilaksanakan mulai tanggal 6 hingga 12 September 2023. Kemudian pada 13 Sepetember 2023, kirab bendera kita serah-terimakan ke KPU Kabupaten Madiun. “Selama keliling di enam dapil di Jombang, kami juga melakukan sosaliasi pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat,” ujar Burhan.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, berbeda pilihan dalam Pemilu merupakan hal yang biasa. Untuk itu, kerukunan dan kebersamaan harus tetap dijaga. Sehingga suasana kondusif bisa tercipta di Kabupaten Jombang.

“Pemilu bukan hanya pesta politik semata, tetapi juga merupakan sarana integrasi bangsa. Melalui kirab Pemilu 2024, kita bersama-sama mengambil momentum untuk mengawal pelaksanaan Pemilu yang bermartabat, sesuai wujud kedaulatan rakyat,” pesannya.

Sementara itu, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Jawa Timur, Athoillah mengatakan acara kirab tidak akan berhasil secara meriah tanpa ada dukungan dari semua pihak. Ia menyebut, kirab sebagai ikhtiar KPU sosialisasi Pemilu.

“Pemilu 2024 ini sebagai sarana integrasi bangsa, Pemilu yang menyatukan kita. Seperti halnya, upaya yang dilakukan KPU untuk menampilkan kesenian tradisional dimana setiap tempat berbeda. “Pemilu sarana integrasi bangsa,” tandas Athoillah. (iin)