Caption Foto : Bupati Jombang saat menyapa ibu hamil di stand RSUD Jombang
mediapetisi.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) partisipasi mengikuti Bulaga (Bupati dan Wakil Bupati Melayani Warga) dengan membuka stand pelayanan bertema “Bu Melisa Menari” (Ibu hamil sehat dan menua tanpa nyeri). Bulaga kali ini melayani warga di 3 yaitu Kecamatan Jogoroto, Diwek, dan Mojowarno. Dihadiri Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Forkopimda, Asisten 2, Kepala OPD, Forkopimcam dan Kepala Desa se Kecamatan Jogoroto. Bertempat di lapangan Jogoroto Kabupaten Jombang. Kamis (27/07/2023)
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa Bulaga ini sangat efisien dan tepat untuk sosialisasi dan melayani masyarakat karena ada 67 jenis pelayanan publik kepada masyarakat untuk wilayah kecamatan Jogoroto, Diwek dan Mojowarno.

“Salah satunya upaya pemerintah terkait stunting di Kabupaten Jombang dengan mengadakan survey mulai dari data dan posyandu. Dengan begitu angka stunting diiringi upaya pemerintah akan turun berjalan seiringnya waktu. Upaya ini sudah membuahkan hasil yang awalnya sekitar 22% menjadi 17%,” ungkapnya.
Bupati Jombang menghimbau bagi masyarakat untuk menimbang bayi, balita, dan termasuk ibu hamil di bulan timbang Agustus pada instansi kesehatan pemerintah maupun swasta. Sedangkan, jika ditemukan anak kurang gizi akan ditindaklanjuti supaya tidak menuju ke stunting dengan memberikan pemeriksaan, vitamin, obat-obatan secara gratis. Kemudian jika data tersebut sudah masuk maka akan ada tindakan dari dinas kesehatan.
“Diharapkan seluruh pemerintah desa ini bisa mengajak masyarakat melalui kegiatan sosialisasi terkait stunting dan tidak hanya bulan Agustus saja, tetapi bulan berikutnya harus rutin,” harapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang dr. Ma’murotus Sa’diyah saat dikonfirmasi mengatakan stand RSUD Jombang di Bulaga terkait pelayanan pelayanan Bu Melisa Menari yakni pelayanan untuk ibu hamil sehat dan menua tanpa nyeri. Sehingga RSUD Jombang menyiapkan pelayanan pemeriksaan ibu hamil dan pelayanan rehabilitasi medik. Dari pihak RSUD sendiri mempersiapkan tenaga kerja kesehatan meliputi bidan, dokter spesialis kandungan, dokter rehab medik, dan dokter lainnya yang bersangkutan.
“Untuk itu, kita memberikan pelayanan secara terpadu yang dapat menurunkan stunting dan penurunan AKI AKB sejak HPK ( hari pertama kehidupan) dimana dimulai dengan pemeriksaan kesehatan ibu hamil melalui pemeriksaan fisik dan USG oleh dr SPOG. Sasaran ibu hamil di wilayah Bulaga yakni Jogoroto dan sekitarnya,” terangnya.
Pelayanan kedua adalah pelayanan fisioterapi dimana dilakukan terapi menggunakan alat untuk menghilangkan nyeri yakni alat fisioterapi yang namanya Ultra Sound Diatermi dan TENS. Sedangkan pelayanan rehabilitasi medik adalah terapi untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah seperti saraf terjepit, cedera, patah tulang, dan kelumpuhan akibat stroke.
“Di samping itu, RSUD Jombang akan memprioritaskan pelayanan poli eksekutif. Poli eksekutif yaitu layanan medis di mana standar pelayanannya cepat dan bisa memilih dokter siapa yang dikehendaki masyarakat. Sedangkan, pelayanan prioritas lainnya yaitu pelayanan jantung (himudyalisa), pelayanan saraf stroke, pelayanan uronefro,” jelas Ning Ayik panggilan akrab Direktur RSUD Jombang.
Pelayanan berikutnya adalah terkait penyakit tidak menular yang semakin banyak terjadi di masyarakat yaitu diabetes, hiperkolesterol, asam urat dan hipertensi melalui pemeriksaan kadar gula darah acak, kadar kolesterol dan asam urat serta pemeriksaan tensimeter. Selain itu, RSUD Jombang juga memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat mengerti dan lebih memahami juga bisa mengakses pelayanan di RSUD Jombang. Apalagi di RSUD Jombang mempunyai layanan rehab medik, layanan dokter spesialis kandungan, dan lain sebagainya yang pelayanannya memenuhi standard.
“Jadi outcome nya dengan pelayanan Bu Melisa Menari ini yakni penurunan AKI AKB dan penurunan stunting serta kualitas hidup dan kualitas kesehatan masyarakat lebih baik. Untuk itu, pelayanan terus kita tingkatkan dengan meningkatan kompetensi dan meminta masyarakat untuk kalau ada beberapa hal kurang berkenan terkait pelayanan RSUD Jombang bisa diberikan kritik, saran, dan masukkan agar pihak RSUD bisa memperbaiki lagi,” tandas Ning Ayik. (iin)










