Caption Foto : Anggota DPRD bersama Kepala DPMD saat bergabung dengan peserta pawai budaya

mediapetisi.net – Pemerintah Desa Kedunglosari menggelar Pawai Budaya dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 77. Dihadiri Kepala DPMD Sholahuddin Hadi S., Anggota DPRD Jombang Naim dan Rochmad Abidin, Camat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Start dan Finish di Balai Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Sabtu (27/8/2022)

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sholahuddin Hadi Sucipto mengapresiasi pawai budaya yang diadakan Pemerintah Desa Kedunglosari ini. Karena 2 tahun kita semua dihadapkan pandemi Covid 19.

“Hari ini masyarakat desa Kedunglosari mengikuti pawai seni budaya dengan semangat kemerdekaan. Pawai budaya ini sebagai bentuk memperingati jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia dan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat. Dan yang paling terpenting, pawai budaya ini sebagai bentuk syukur kepada pahlawan yang telah memerdekakan negara,” ungkapnya.

Pada Bulan Oktober 2022 Pemerintah Kabupaten Jombang juga akan mengadakan lomba Kebersihan Kemeriahan di tingkat kampung di tingkat dusun yang ada di desa dan yang dinilai ini balai desa dan sebagainya. Sehingga harapan kita yang tadi ada Penjor yang luar biasa dimeriahkan lagi untuk bisa mewakili Tembelang, jelasnya.

Anggota DPRD Jombang Rochmad Abidin juga mengapresiasi pawai budaya tersebuy karena antusias masyarakat sangat tinggi mulai dari anak – anak sampai lansia. Pawai Budaya bisa memupuk kembali makna dari kemerdekaan RI tahun 1945 kepada warga setempat. 

“Selain itu sebagai sarana edukasi kepada generasi muda dan anak-anak mengenai aneka budaya yang ada di lndonesia serta dapat menumbuhkan rasa nasionalisme bagi masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedunglosari Mohamad Hani mengatakan pawai budaya tersebut merupakan rangkaian memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan antusias masyarakat cukup tinggi karena 2 tahun tidak kegiatan. Pawai budaya tersebut diikuti masyarakat para pelajar tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMK.

“Dalam pawai budaya itu, para peserta melakukan berbagai atraksi dan pertunjukan dengan memakai pakaian adat dan pernak pernik. Pokoknya banyaklah kreasi masyarakat dalam pawai budaya ini yang mencuri perhatian masyarakat sekitarnya,” tukasnya. (lis)