Caption Foto : Bupati Jombang saat membuka sosialisasi program OPOP

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop-UM) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi program OPOP (One Pesantren One Product) dan Program Pemberdayaan Perlindungan Koperasi di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Rabu (8/6/2022)

Sosialisasi dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab ini diikuti 60 lembaga pondok pesantren. Menghadirkan narasumber M. Ghofirin Sekretaris dari OPOP Jawa Timur, perwakilan Dinkop-UKM (Usaha Kecil Menengah) Jawa Timur Linda Rosanti. Hadir juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Wignyo Handoko, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jombang Danang Praptoko, serta jajaran kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Jombang Wignyo Handoko dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam sosialisasi ini mengundang perwakilan pelaku usaha dan pengurus atau pengawas koperasi. Mereka berasal dari 60 lembaga pondok pesantren di Jombang. Masing-masing lembaga diwakili dua orang. 

”Tujuan sosialisasi untuk pembentukan paguyuban pelaku usaha koperasi pondok pesantren (Koppontren). Kedua terwujudnya pembinaan bagi para Koppontren dan pendampingan legalitas kelembagaan koperasi. Semua pelaku usaha dan koperasi wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) serta terwujudnya predikat Koppontren yang sehat dan naik kelas,” terangnya.

Pemberdayaan dan peningkatan kualitas SDM koperasi sangat diperlukan. Mulai dari penguatan kelembagaan dan penataan manajemen (temu usaha) koperasi, hingga restruktruasi usaha, inovasi dan teknologi koperasi serta akses pembiayaan permodalan koperasi.

“Kabupaten Jombang memiliki banyak ponpes potensial untuk dikembangkan melalui program itu. Dinkop-UM terus mendorong dan menfasilitasi lembaga-lembaga ini memiliki badan usaha berbentuk koperasi. ”Ketika sudah terbentuk maka dilakukan pendampingan pada lima aspek, antara lain kelembagaan, SDM, produk, pemasaran dan pembiayaan atau permodalan,” papar Wignyo.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menuturkan, program OPOP yang diselenggarakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa merupakan program strategis. Pada dasarnya program ini mengarah pada tujuan sama, terwujudnya kemandirian pelaku usaha ponpes maupun koperasi ponpes.

Bupati Mundjidah berharap adanya sinergitas program dan kegiatan antara tim OPOP Provinsi Jawa Timur dan tim OPOP Kabupaten Jombang, secara terencana dan berkelanjutan agar dapat optimal dalam memberikan fasilitasi pembinaan dan pendampingan usaha kepada pelaku usaha di pondok pesantren maupun pesantren yang telah memiliki koperasi sebagai wadah lembaga usahanya. 

“Saya menyambut baik dan sangat mendukung adanya langkah pembinaan berupa penguatan kelembagaan dan penataan manajemen usaha. Satu hal yang tak kalah pentingnya adalah kegiatan promosi usaha, baik berupa ekspo maupun dalam bentuk digital, karena saat ini era digital, dalam satu layar hp yang ukurannya relatif kecil dan berada dalam genggaman tangan, bisa digunakan sebagai media pemasaran produk yang merambah pasar lokal, nasional maupun internasional”, tuturnya.

Setelah melakukan koordinasi dengan OPOP Jawa Timur dan Dinkop-UKM Jawa Timur, Jombang bakal menjadi tuan rumah expo UMKM pada Oktober nanti. Karena pada Oktober itu bertepatan dengan hari jadi Pemerintah Kabupaten Jombang, lalu Pemprov Jawa Timur dan Hari Santri. Sehingga, puncak acara bakal berlangsung di Jombang. Salah satunya menggelar expo UMKM tingkat Jawa Timur. ”Insya Allah dan mudah-mudahan diadakan di Jombang,” pungkas Bupati Mundjidah. (lis)