Caption Foto : Koramil 0814/14 Ngoro saat menyalurkan bantuan tunai bagi PKL warung

mediapetisi.net –  Kodim 0814 Jombang melalui Koramil 0814/14 Ngoro menyalurkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima, Warung, dan Nelayan (BTPKLWN) dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan RI, yang peruntukannya bagi para pelaku ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah tanah air agar mereka mampu tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 di tahun 2022. Bertempat di Balai Desa Ngoro Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Selasa (19/4/2022)

Danramil 0814/14 Ngoro Kapten Inf. Sujiono SE. saat dikonfirmasi mengatakan, bantuan ini adalah upaya pemulihan ekonomi nasional. Penyaluran melalui TNI dimaksudkan agar cepat diterima dan tepat sasaran karena warga terdata oleh Babinsa bersama perangkat desa.

Kemudian Koramil juga berkoordinasi dengan dinas sosial guna menghindari duplikasi dari para penerima bantuan sebelumnya.

Ada beberapa syarat dalam penyaluran bantuan tunai melalui program tersebut diantaranya tidak mendapatkan bantuan produktif usaha mikro (BPUM), penerima bantuan harus warga Kabupaten Jombang, WNI terdaftar di KTP-e, bukan ASN, TNI, Polri, BUMN dan BUMD serta bantuan diperuntukkan pelaku usaha pedagang kaki lima dan warung.

“Karena di wilayah kabupaten Jombang tidak ada nelayan maka fokus pendataan bantuan diberikan kepada para pedagang kaki lima dan pemilik warung. Hari ini, Koramil 0814/14 Ngoro menyalurkan bantuan tunai kepada 1.197 orang pedagang kaki lima serta pemilik warung dan mereka masing-masing akan menerima sebesar Rp. 600 ribu,” terangnya.

Sujiono berharap bantuan ini setidaknya dapat meringankan beban hidup masyarakat khususnya penggiat ekonomi kecil. Kepada masyarakat kecamatan Ngoro khususnya, agar ikut membantu pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tetap patuh protokol kesehatan 5M, hingga menyukseskan program vaksinasi sampai booster/tahap III.

Apabila program bantuan itu tidak diimbangi dengan kepatuhan masyarakat terhadap prokes maka apa yang telah diberikan itu dapat menjadi sia-sia karena pandemi pasti tak kunjung berakhir.

“Kami beeharap, bantuan ini dapat menggerakkan kembali ekonomi masyarakat tingkat bawah untuk menjaga daya beli, keberlangsungan usaha dan penghidupan masyarakat yang menjalankan usaha mikro terutama PKL dan pemilik warung,” harapnya.

Salah satu pedagang Hari (46) merasa sangat bersyukur mendapat bantuan tunai Rp 600 ribu ini apabila bantuan dari pemerintah ini dicairkan di tengah bulan Ramadhan karena sangat bermanfaat sekali untuk kebutuhan menjelang lebaran apalagi harga kebutuhan pokok semakin melonjak.

“Terima kasih kepada pemerintah maupun TNI, bantuan ini akan saya gunakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (lis)