Home / Sosial / Festival 2026 Kecamatan Diwek, Bulog Cabang Mojokerto Ikut Perkuat Ekonomi Masyarakat

Festival 2026 Kecamatan Diwek, Bulog Cabang Mojokerto Ikut Perkuat Ekonomi Masyarakat

Caption Foto : Warga saat membeli beras SPHP

Jombang, mediapetisi.net – BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Festival 2026 Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Mendukung Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dengan menjual Beras SPHP dan Minyakita

Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto terus berkomitmen mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat. Melalui kegiatan GPM di Kantor Kecamatan Diwek, “pihaknya berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok, khususnya beras SPHP dan Minyakita, dengan harga yang terjangkau sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara BULOG dan pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari,” terang Muhammad Husin, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, ketika dikonfirmasi melalui Watshapp. Rabu (28/10/2026)

Sementara itu, Ketua BKAD Kecamatan Diwek, Mochamad Saifur, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sepanjang 2026 dirancang untuk memperkuat sinergi antar lembaga, meningkatkan kebersamaan aparatur desa, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Ada empat pilar kegiatan utama yang menjadi bagian dari rangkaian program BKAD Kecamatan Diwek, yakni Jaga Desa, BKAD Cup, Jaga Kota Santri atau Jagongan Gayeng Kota Santri, serta BKAD Festival 2026,” ujarnya.

Menurut Saufur, Program Jaga Desa dilaksanakan melalui kolaborasi dengan kejaksaan dan Kepolisian Resor (Polres) Jombang. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi dan pendampingan tata kelola anggaran desa agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Selanjutnya, BKAD Cup menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan menjunjung sportivitas di antara aparatur pemerintahan desa. Kompetisi olahraga tersebut melibatkan kepala desa beserta perangkat desa se-Kecamatan Diwek.

Adapun Jaga Kota Santri atau Jagongan Gayeng Kota Santri menjadi forum untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di desa-desa. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua DPRD Kabupaten Jombang beserta anggota, serta unsur perangkat daerah.

“Rangkaian kegiatan ini kami harapkan dapat memperkuat sinergi antarpihak, meningkatkan kebersamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Diwek,” harapnya.

Sedangkan puncak BKAD Festival 2026 mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar yang melibatkan sekitar 20 stan UMKM dari desa-desa di Kecamatan Diwek. Kegiatan tersebut juga didukung dengan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Bulog atau ketahanan pangan setempat.

“Selain menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, kami juga membagikan kupon belanja gratis kepada peserta posyandu dalam rangkaian Gelar Kreasi Taman Posyandu dari 20 desa. Kupon tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di stan UMKM yang berpartisipasi,” jelas Saifur.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari tingginya minat pengunjung. Bahkan, salah satu stan produk kuliner dilaporkan habis terjual dalam waktu sekitar satu jam.

Tidak hanya berfokus pada ekonomi, BKAD Festival 2026 juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dua puskesmas setempat serta kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kedeoannya, BKAD Festival dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat. Selain itu, BKAD Festival ini dapat terus melibatkan lebih banyak pihak dan menjadi kegiatan yang positif bagi kita semua. Di sini ada olahraga, pemberdayaan UMKM, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat.

“Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kecamatan Diwek diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, serta mempererat silaturahmi antarwarga,” pungkas Saifur. (yn)