Caption Foto : Kasubag Tata Usaha UPTD SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Wilayah Kabupaten Jombang Ulil Mu’amar saat ditemui di ruang kerjanya

mediapetisi.net – Di Kabupaten Jombang jumlah sekolah tingkat SMA Negeri ada 12 lembaga dan swasta 34 lembaga, Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri ada 2 lembaga  dan swasta 14 lembaga serta terdapat 8 sekolah yang mendaftar sebagai sekolah penggerak diantaranya SMA Negeri Mojoagung, SMA Negeri Kesamben, SMA Muhammadiyah 1,  SMA Darul Ulum 2, SLB Tunas Harapan 4 dan lainnya

“Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila dan tidak semua sekolah di tingkat SMA mendaftar sebagai sekolah penggerak. Artinya hanya beberapa yang mendaftar sebagai sekolah penggerak sehingga diharapkan sekolah yang lolos dalam sekolah penggerak bisa menjadi pusat untuk tercapainya program sebelumnya yakni program merdeka belajar,” terang Ulil Mu’amar Kasubag Tata Usaha UPTD SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Jatim saat ditemui di ruang kerjanya.

Program sekolah penggerak difokuskan  pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul yakni kepala sekolah dan guru. Dalam Sekolah Penggerak, guru memberikan pelajaran tak hanya satu arah, melainkan suatu berbagai aktivitas yang menyenangkan yang memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif.

Menurut Ulil, program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, tidak hanya itu program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju.

“Program ini dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi program sekolah penggerak. Apabila sekolah tersebut sudah menjadi sekolah penggerak secara otomatis sekolah tersebut juga akan berubah kurikulumnya, program sekolah penggerak bukan memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah-sekolah lainnya, baik negeri dan swasta lainnya untuk menjadi Sekolah Penggerak,” jelasnya.

Dengan mengikuti program sekolah penggerak diharapkan dapat meningkatkan hasil mutu pendidikan dalam kurun waktu tiga tahun serta meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru. Nantinya, sekolah akan mendapatkan pendampingan dilakukan selama tiga tahun ajaran dan sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri.

“Ada empat tahapan transformasi sekolah Indonesia melalui program Sekolah Penggerak. Pertama, hasil belajar siswa di atas level yang diharapkan. Kedua, lingkungan belajar aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan. Ketiga, pembelajaran berpusat pada murid, bukan berpusat pada regulasi. Dan keempat, refleksi guru dan perbaikan pembelajaran diharapkan terjadi dan sekolah melakukan pengimbasan,” harap Ulil.

Sedangkan syarat untuk menjadi sekolah penggerak lebih difokuskan pada Kepala Sekolahnya jadi kepala sekolah harus memiliki sisa masa tugas sebagai kepala sekolah sekurang-kurangnya 1 (satu) kali masa tugas.Terdaftar dalam data pokok pendidikan (Dapodik). Membuat surat pernyataan yang menerangkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan benar bertugas pada sekolah dengan jangka waktu sisa masa tugas sebagai kepala sekolah, dari yayasan/ badan perkumpulan bagi sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

“Tidak hanya itu, kepala sekolah juga melampirkan surat keterangan sehat jasmani, rohani dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif jika dinyatakan lulus pada pengumuman seleksi tahap II.Tidak sedang menjalankan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Tidak sedang menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkas Ulil. (lis)