Caption Foto : Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi saat meninjau Sekolah Rakyat
mediapetisi.net – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang Agus Purnomo mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Jombang meninjau layanan pendidikan dan perlindungan perempuan serta anak.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA bersama rombongan mengunjungi Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 8 di Kecamatan Mojoagung. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pendidikan berbasis masyarakat yang terintegrasi dengan upaya perlindungan anak.
Sekolah Rakyat Terintegrasi menjadi salah satu model pendekatan yang tidak hanya menitikberatkan pada akses pendidikan, tetapi juga penguatan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Kehadiran Menteri PPPA diharapkan dapat memberikan dukungan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut di daerah.
“Saya lihat anak-anak bahagia sekali, sebab Sekolah Rakyat membangkitkan cita-cita mereka yang tadinya tidak bisa menempuh pendidikan, dengan Sekolah Rakyat ini mereka bisa bermimpi setinggi-tingginya,” ungkap Menteri Arifah.
Menteri Arifah selain mengapresiasi para Guru Sekolah Rakyat, juga berpesan kepada para siswa siswi Sekolah Rakyat agar menikmati proses belajar. Ia mengajak anak-anak untuk menanamkan cita-cita setinggi mungkin, sebab mereka adalah generasi penerus bangsa.
Lebih lanjut di hadapan para pendidik, Sekdakab Jombang Agus Purnomo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Guru Asuh Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang.
“Semua telah berperan nyata dalam membentuk siswa-siswi Sekolah Rakyat menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, menjunjung tinggi kejujuran, serta memiliki tanggung jawab moral yang kuat. Dengan dedikasi, ketulusan, dan kerja keras yang luar biasa, panjenengan telah menuntun mereka menuju masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Selanjutnya, Menteri PPPA juga meninjau Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jombang. Meelihat mekanisme layanan, penanganan kasus, serta kesiapan sumber daya dalam memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak.
“DiĀ sini sebagai bentuk koordinasi, sebab UPTD ini menjadi ujung tombak Kabupaten dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak, ” tuturnya.
Menteri Arifa mengapresiasi Pemkab Jombang yang melakukan penanganan kasus kekerasan kepada anak dengan sangat baik.
“Kasus penanganan kekerasan di Jombang sangat baik. Ada korban yang periksa ke dokter difasilitasi layanan antar jemput setiap periksa. Korban juga berterima kasih kepada Pemkab Jombang atas fasilitas yang diberikan, dan kasusnya sudah tertangani dengan baik dan cepat,” terangnya.
Menteri PPPA juga menghimbau agar Pemkab Jombang terus meningkatkan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kepada seluruh masyarakat agar tidak ragu melapor apabila melihat tindak kekerasan yang menimpa perempuan dan anak melalui hotline pengaduan resmi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Indonesia.
“Kami menghimbau kepada masyarakat mengadu tindak kekerasan bagi perempuan dan anak melalui Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) melalui telepon 129,” imbaunya.
Pihaknya menekankan, edukasi kepada anak-anak juga harus ditingkatkan agar mereka lebih waspada. Contohnya edukasi mengenai bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh. Pentingnya kolaborasi lintas OPD, Polres, dan seluruh pihak terkait agar dapat dilakukan tindak pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Terima kasih kepada UPTD PPA Jombang yang telah mengupdate aplikasi pencatatan, pelaporan, dan manajemen kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia yakni SIMFONI PPA dalam versi terbaru. Sehingga penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dilaksanakan,” pungkasnya. (yn)










