Caption Foto : Petugas saat melakukan normalisasi

mediapetisi.net – Pembersihan sampah dan vegetasi liar di sekitar sungai, Membuat saluran irigasi sederhana untuk memperlancar aliran air, Pengerukan lumpur atau endapan di dasar sungai. Partisipasi masyarakat dalam normalisasi sungai tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sungai tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kesadaran lingkungan di komunitas tersebut.

Sehingga, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) berupaya mengembalikan fungsi penampang sungai/irigasi dengan mengeruk sedimen (lumpur), sampah, dan tanaman liar. bertujuan meningkatkan kapasitas tampung air, memperlancar aliran, mencegah pendangkalan, serta mengendalikan atau meminimalisir risiko banjir dan memperlancar irigasi pertanian.

Kepala Dinas PUPR Imam Bustomi menyampaikan, Tim Alkal Dinas PUPR Kabupaten Jombang melaksanakan normalisasi saluran air sepanjang 845 meter di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung menggunakan Excavator Hitachi PC 110. Upaya ini dilakukan untuk memperlancar aliran air serta meningkatkan fungsi saluran bagi masyarakat.

“Pekerjaan menggunakan excavator meningkatkan kapasitas tampung: Pengerukan sedimen lumpur membuat saluran lebih dalam dan lebar, sehingga mampu menampung volume air yang lebih besar,” terang Imam Bustomi ketika dikonfirmasi. Minggu (5/4/2026)

Selain itu mencegah banjir (Pengendali Banjir) yakni aliran air yang lancar mengurangi risiko air meluap ke pemukiman atau lahan pertanian. Pembersihan saluran menggunakan Excavator untuk mengangkat sampah, tanaman liar, dan sedimentasi yang menyumbat aliran air.
Optimalisasi Irigasi: Memastikan pasokan air irigasi mengalir lancar ke lahan pertanian tanpa hambatan pendangkalan.

Tidak hanya itu, pengerjaan penggunaan excavator mempercepat proses pengerukan dan meningkatkan produktivitas pengerjaan di lapangan, terutama pada saluran yang dalam atau berat.

“Menggunakan excavatot dan truk pengangkut untuk melakukan pekerjaan normalisasi sungai. Alat berat memungkinkan pekerjaan lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan metode manual. Hal ini sangat penting di daerah-daerah dengan sungai besar atau kompleks,” pungkas Imam Bustomi. (yn)