Caption Foto : Bupati Warsubi, Wabup Salmanudin, Kapolres AKBP Ardi Kurniawan dan Dandim 0814 saat hadiri Rakornas

mediapetisi.net – Bupati Jombang, Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin, Kapolres AKBP Ardi Kurniawan, Dandim 0814 dan Kajari menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) pada hari Senin 2 Februari 2026.

Rakornas yang dibuka langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini dihadiri oleh 4.000 lebih peserta dari unsur kementerian, kepala daerah, hingga pimpinan DPRD, TNI, Polri, Kejaksaan dan BPS se-Indonesia. Dalam Rakornas yang mengangkat tema ‘Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045 ini, Presiden menekankan perlunya “lompatan pembangunan” melalui sinergi total untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Taklimat Presiden RI pada Pembukaan Rakornas tersebut diantaranya disampaikan tentang Kemandirian Bangsa, baik kemandirian Pangan dan Energi. Presiden menegaskan swasembada adalah pilar kedaulatan. Kepala daerah diinstruksikan memastikan produksi pangan lokal mencukupi kebutuhan rakyat tanpa ketergantungan impor. Di sektor energi, potensi kelapa sawit (miracle crop) akan dioptimalkan menjadi biodiesel hingga bio-avtur guna memutus ketergantungan energi luar negeri.

“Makan Bergizi Gratis (MBG), program ini disampaikan Presiden telah menjangkau 60 juta jiwa dan ditargetkan mencapai 82-85 juta penerima di akhir 2026. Dari Dapur MBG, Operasional 22.270 dapur saat ini telah menyerap 1 juta tenaga kerja, dengan proyeksi serapan hingga 5 juta orang saat target tercapai,” jelasnya.

Koperasi Merah Putih dan Gentengisasi, Presiden memerintahkan penguatan Koperasi Desa Merah Putih dengan gudang, cold storage, dan armada logistik. Salah satu instruksi spesifik adalah Program Gentengisasi, yaitu memproduksi bahan bangunan (genteng dan batako) secara mandiri dari limbah batu bara untuk kebutuhan perumahan desa, agar tidak lagi menggunakan seng yang berkarat.

“Digitalisasi Pendidikan, mempersiapkan sarana prasarana sekolah untuk mendukung pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Gerakan ASRI dan Lingkungan, kepala daerah diminta menggalakkan gerakan ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) untuk memperbaiki kualitas lingkungan hunian. Presiden juga memberikan koreksi keras terkait masalah sampah di daerah wisata dan memerintahkan percepatan proyek waste to energy di 34 titik nasional,” paparnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa pemimpin harus jujur, adil, dan peka terhadap dinamika global (ancaman konflik internasional). “Negara ini dibangun atas pengorbanan rakyat yang sangat besar. Karena itulah kita tidak boleh lupa keberadaan kita untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Ini hal yang mudah diucapkan, tapi harus kita buktikan,” tandas Presiden Prabowo.

Aparat penegak hukum (Kapolri, Jaksa Agung, KPK, dan Panglima TNI) turut dilibatkan untuk memastikan tidak ada penyimpangan anggaran dalam pelaksanaan program-program strategis ini di daerah. Untuk Highlight Kerja Bersama Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta 18 Proyek Hilirisasi Pemerintah Pusat dan Daerah.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan program strategis nasional. “Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen Kabupaten Jombang, Jawa Timur untuk tegak lurus terhadap instruksi Bapak Presiden. Seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Jombang dan Forkopimda siap mendukung penuh program Bapak Presiden agar dapat berjalan maksimal di Jombang,” pungkasnya. (yn)