Caption Foto : Ning Wabup bersama Ketua DWP saat saat mencanthing batik warna alam
mediapetisi.net – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang melakukan Koordinasi Sinkronisasi dan Pelaksanaan Pemberdayaan Industri dan Peran serta Masyarakat melalui Peningkatan Kapasitas SDM IKM Wastra Batik. Dihadiri Ning Wabup, Ketua DWP, Kepala Disdagrin beserta jajarannya, Camat Kabuh dan Peserta pelatihan. Bertempat di Balai Dusun Bedender Desa Sumbergondang Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang. Kamis (14/8/2025)
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Suwignyo menyampaikan peningkatan kapasitas SDM IKM Wastra Batik kali ini pelatihan produksi batik warna alam dan keterampilan dibidang canting dan desain. Karena batik merupakan simbol dan warisan budaya Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.

“Peningkatan Kapasitas SDM IKM Wastra Batik tersebut diikuti oleh 15 peserta dari para pengrajin batik khususnya para pencanting dan para pelaku usaha industri batik yang telah vakum. Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 11 sampai 14 Agustus 2025,” terangnya.
Kedepannya tentu saja Disdagrin Jombang berharap para pelatih usaha batik, IKM batik juga ada yang bisa dikerjakan full dari pelaku usaha yang ada di Jombang. Menurutnya, pelaku usaha batik jadi tidak lagi mencanting batik lagi diluar kabupaten Jombang dan tidak lagi mendesain di luar kabupaten Jombang tetapi sinergi antar pelaku usaha.

“Tentunya kami memfasilitasi semua peralatan untuk membuat batik seperti kompor, canting, cetakan, panci, bak dan lainnya. Setelah pelatihan peralatan tersebut dimiliki oleh kelompok IKM tersebut. Selain itu, kedepannya kami juga akan memfasilitasi izin usaha dan promosinya karena sekarang itu eranya kolaborasi bukan kompetisi sehingga pelaku usaha batik bisa untuk memajukan hasil karya lokal,” jelas Suwignyo.
Sementara itu, Ning Wabup Ema Salmanudin mendukung adanya pelatihan batik
pelatihan batik canting di Desa Sumbergondang. Dengan harapan pelatihan ini dapat meningkatkan keahlian dan memberikan sumber pendapatan alternatif bagi warga. Karena keterlibatan perempuan dalam industri batik membuka peluang produktif di luar sektor formal, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi.
“Melalui membatik, perempuan bisa aktualisasi diri. Ini bukan sekadar pekerjaan, tapi juga sarana untuk menginspirasi keluarga dan lingkungan. Semoga hasil membuat batik khas Jombang khususnya Kabuh ini mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Kedepan pola pemasarannya bisa diperbaiki dengan promosi posting di media sosial,’ harapnya.
Ditempat yang sama, nara sumber pelatihan Amin mengatakan kali ini pelatihan membatik dengan pewarna alami dan sintetis sedang marak dilakukan untuk meningkatkan keterampilan pengrajin batik dan memperkenalkan potensi pewarna alami. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pilihan kepada pengrajin dalam menggunakan pewarna yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan, serta meningkatkan nilai jual produk batik.
Karena pelaku usaha batik harus berinovasi, dari pewarna sintetik menjadi pewarna alam yang berasal dari dedaunan, batang ataupun kulit tanaman. Selain itu, lebih aman bagi lingkungan dan kesehatan, serta menghasilkan warna yang lembut dan unik. Untuk kali ini warna alam coklatnya dari kulit pohon mahoni yang ada di lingkungan sekitar. Sedangkan poses pewarnaan alami membutuhkan waktu lebih lama dan lebih rumit dibandingkan pewarna sintetis. Sedangkan warna sintetis lebih mudah didapatkan, harganya lebih terjangkau, dan variasi warna lebih banyak.
“Kami berharap, untuk kedepannya para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM) hasil batiknya lebih halus. Selain itu, dalam proses canting kemudian lebih cepat menghasilkan dan menguasai teknik pewarnaan alam lebih bagus lagi dibandingkan sebelumnya. Semoga kedepannya para IKM bisa menghasilkan batik lebih banyak dan bagus serta laku laris. Inovasi batik Jombang lebih disukai masyarakat,” pungkas Amin. (yn)










