Caption Foto : Mensos bersama Pj Gubernur Jatim dan para pilar kesejahteraan sosial

mediapetisi.net – Menteri Sosial Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi gedung Negara Grahadi untuk bertemu para pilar kesejahteraan sosial Jatim untuk mendengarkan keluhan mereka. Kamis malam (10/10/2024)

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), maupun Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang turut hadir bertemu Mensos, terlihat antusias dalam acara yang dikemas Dialog Interaktif bersama Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.

“Kita berterima kasih, mereka sudah bekerja. Dan tadi sudah ditampilkan kinerja Kemensos. Sekarang kita konsolidasi ke dalam, mengevaluasi, apa yang kurang,” ucap Gus Ipul.

Gus Ipul pun memuji kemampuan dan keahlian Adhy Karyono yang telah berkecimpung cukup lama di Kementerian Sosial sebelum menjabat sebagai Pj Gubernur Jatim. “Pak Adhy ini pakarnya di Kemensos, maka saya ingin belajar langsung dengan beliau,” pujinya.

Kerja kemensos tentu di dalamnya adalah pilar – pilar sosial yang malam ini hadir. Tentu banyak prestasi yang dicatat sebagai sebuah legacy yang akan kita tingkatkan di masa yang akan datang. Dengan modal itu, kita lakukan inovasi, koreksi dan evaluasi sambil membuat sesuatu yang baru sebagai bagian dari mempercepat kesejahteraan sosial.

Akan banyak tantangan yang akan dijumpai, namun yang perlu digaris bawahi adalah semua orang harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial dimana kebutuhan dasar terjamin dan diberdayakan.

“Kita akan konsolidasi ke dalam secara menyeluruh termasuk pilar sosial agar lebih bisa menjalankan tugas dengan efektif agar target kita untuk penurunan kemiskinan sesuai target, kemudian juga terpenuhinya perlindungan sosial sepanjang hayat. Teima kasih kepada Pemprov Jatim yang memberikan dukungan lewat berbagai insentif kepada pilar – pilar sosial maupun juga kepada keluarga penerima manfaat atau PKH Plus,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Adhy Karyono menerangkan, dialog ini bisa menjadi sarana sinergi bersama dalam meningkatkan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial serta mengentaskan kemiskinan yang lebih baik lagi. “Kami optimis pertemuan ini bisa menjadi sarana peningkatan kolaborasi antara Pusat dan Daerah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Adhy juga menyorot komitmen Pemprov Jatim menurunkan angka kemiskinan. Sehingga berdasarkan data BPS, per Maret 2024 angka kemiskinan Jatim menyentuh angka 1 digit sebesar 9,79%.

Capaian tersebut tentu tidak lepas dari pilar – pilar sosial dan program sosial yang sudah tepat, on the track program Keluarga Harapan (PKH) juga merupakan salah satu program percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (PPKE) Pemprov Jatim.

Menurut Adhy, PKH adalah program pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin untuk mensejahterakan masyarakat. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada ibu, ibu hamil, dan anak sekolah, melainkan juga bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas.

“PKH merupakan program yang sangat bagus. Pasalnya di negara berkembang, PKH adalah obat mujarab untuk menuntaskan mata rantai angka kemiskinan,” ujar Adhy.

Sedangkan persiapan Pemprov Jatim dalam mendukung implementasi seluruh inovasi program kesejahteraan sosial kedepannya sehingga mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Karena dalam UU, Pemprov adalah perpanjangan tangan Pemerintah Pusat, inilah kami siap melaksanakan tugas – tugas yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat di bidang sosial,” pungkasnya.(yn)