Caption Foto : Pj Bupati Jombang Sugiat saat kunjungi Cafe Sugarmild di Sumobito
mediapetisi.net – Upaya Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengenalkan Kopi Wonosalam kepada masyarakat Jombang terus berlanjut. Pemkab Jombang giat gratiskan 100 cup kopi Wonosalam dalam acara Ngobati Embek Ngowos (Ngobrol Bareng Bupati Enake Ambek Ngopi Wonosalam) pada malam minggu saja.
Ngopi Wonosalam gratis di lima cafe se-Jombang antara lain Koja di Mojoagung, Wandhe di Wonosalam, Sunny di Jombang, Ninetaste di Ploso dan Sugarmild di Sumobito. Cafe Sugarmild di Sumobito menjadi cafe yang dikunjungi Pj Bupati Jombang. Didampingi Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang Yayuk Dwi Arianti Sugiat, Kepala OPD, tenaga ahli, Forkopimcam, Kepala Desa di wilayah Sumobito, Pengurus Asosiasi Kopi Wonosalam, Asosiasi Kedai Jombang, Berkopipora, dan Maskhur pemilik cafe.
Gagasan ini bermula dari perenungan Pj Bupati mengenai potensi-potensi di Jombang yang belum terangkat. Tidak tergalinya potensi baik itu dari Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusia (SDM) di Jombang tentu saja berpengaruh dengan tidak maksimalnya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Jombang.
“Potensi di Jombang itu banyak, namun belum bisa kita eksplor, manfaatkan, dan optimalkan. Optimalisasi ini penting karena kalau kita bangun Jombang hanya mengandalkan APBD saja tidak cukup,” terangnya.
Pj Bupati Sugiat menyampaikan bahwa APBD Jombang pada tahun 2024 turun dibandingkan tahun sebelumnya. Besaran penurunan APBD awalnya 2,8 T menjadi 2,7 T dengan PAD hanya sekitar 500-600 miliar rupiah. “PAD kita hanya 20 persennya saja. Yang lain merupakan dana transfer dari pemerintah pusat, itupun sudah ada jatah-jatahnya. Mandatory spendingnya sudah ada,” jelasnya.
Sugiat optimis bahwa untuk meningkatkan PAD maka potensi di Jombang harus digali dan ditingkatkan. Potensi tersebut harus dari berbagai sektor baik pertanian, pariwisata, maupun kekayaan lokal lainnya.
Pemkab tidak bisa hanya mengandalkan sektor pertanian walaupun memang sektor pertanian di Jombang adalah sektor utama, termasuk pertanian di Sumobito. Jombang memang menyandang predikat lumbung pangan di Jawa Timur nomor 11. Meski demikian, Pemkab Jombang perlu mengoptimalkan sektor lain, seperti upaya peningkatan sektor industri di utara Brantas, sektor wisata religi, budaya, dan lain sebagainya.
“Sektor Pariwisata belum tersentuh sama sekali. Seperti Wonosalam, wilayah penuh kekayaan alam yang berada di lereng bukit Anjasmoro. Wonosa memiliki durian dan kopi yang rasanya sama sama enak, padahal biasanya jika suatu wilayah duriannya enak kopinya tidak, pun sebaliknya,” paparnya.
Saat ini, Kopi di Wonosalam menjadi primadona di tingkat Internasional. Namun, masyarakat Jombang sendiri belum terlalu mengenal Kopi Wonosalam. Seperti yang kita tahu, produk kopi excelsa Wonosalam saat ini telah diekspor ke berbagai negara.
“Kopi Wonosalam banyak jenisnya yaitu robusta, excelsa, arabica, dan liberica. Adapun kopi excelsa khas Wonosalam ini spesial karena tidak tumbuh di tempat lain. Kita harus bangga dengan produk kita, bagaimana mau kita kenalkan keluar kalau kita tidak bangga, maka harus ada gerakan bangga produk lokal,” ungkap Sugiat.
Sugiat juga mengajak masyarakat setempat untuk menggali potensi di wilayah masing-masing. Masyarakat Sumobito menyampaikan bahwa daerahnya memiliki potensi kerajinan tas, hal itu juga bisa dikembangkan. Maka dari itu, Pj Bupati siap menerima gagasan dan inovasi apapun terkait pengembangan produk lokal di Jombang. Pendopo Kabupaten Jombang terbuka 24 jam untuk siapa saja yang akan menyampaikan gagasan, inovasi yang berdampak baik untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Acara ini harus berdampak kepada kecintaan masyarakat akan Kopi Wonosalam, seluruh OPD di Jombang wajib menyediakan Kopi Wonosalam di kantor masing-masing. Saya berharap langkah ini menjadi inspirasi dan dapat diikuti seluruh kedai kopi di Jombang, serta kopi Wonosalam terkelola dengan baik dari hulu ke hilir,” harap Sugiat.
Maskhur pemilik Sugarmild Cafe Resto di Sumobito, menyambut baik gagasan juga upaya Pj Bupati Jombang didalam membumikan Kopi Wonosalam. “Terima kasih Bapak Pj Bupati Jombang atas kegiatan yang sangat positif ini, semoga upaya baik ini kedepan dapat berjalan dengan baik, mampu mensejahterakan semua pihak terutama para petani kopi. Jombang menjadi lebih baik,” ujarnya.
Salah satu anak muda penikmat kopi asal Sumobito yang hadir diacara tersebut mengacungi jempol kegiatan Ngopi Bareng Bupati sekaligus mempromosikan kopi lokal Wonosalam, terlebih lagi kepada anak muda, di kedai/kafe di Jombang. “Ini support yang sangat baik dari Pj Bupati Jombang, semoga upaya ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Wonosalam, mensejahterakan para petaninya dan harganya saya harapkan terjangkau untuk semua kalangan,” pungkasnya. (yg)









