Caption Foto : Guru PJOK SMPN Bandarkedungmulyo A. Rohmad

mediapetisi.net – Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) SMP Negeri Bandarkedungmulyo dan salah satu Guru Penggerak angkatan ke – 5 di kabupaten Jombang A. Rohmad, M.Pd selalu belajar untuk meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran dan berpihak kepada siswa.

“Saya selalu berusaha untuk meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran dan berpihak kepada siswa, salah satunya dengan mengikuti Program Guru Penggerak (PGP) yang diadakan oleh pemerintah pusat. Sebelum ikut PGP ini, pada tahun 2014 saya juga termasuk salah satu dari 4 orang guru PJOK yang menjadi Instruktur Nasional (IN),” terang Rohmad ketika dikonfirmasi. Senin (18/3/2024)

Selain itu Rohmad mendapatkan banyak pengalaman dari kegiatan – kegiatan yang diikuti, diantaranya, melalui diskusi dengan teman sejawat, instruktur, fasilitator, dan pengajar praktek, dan juga melalui tugas – tugas. Dari Guru Penggerak angkatan ke – 5 dan sekarang PGP angkatan ke – 10 sebagai Pengajar Praktek (PP) yang sudah dimulai pada tanggal 15 Maret 2024.

“Dengan penugasan sebagai PP ini, saya dapat mengembangkan diri sebagai “pemimpin pembelajaran yang juga dilakukan dengan memberikan motivasi kepada teman di MGMP PJOK dan di sekolah untuk mengikuti PGP dan program lainnya sebagai bentuk pengembangan diri seorang guru,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, di MGMP PJOK, Rohmad juga beberapa kali diminta untuk memberikan materi tentang “kurikulum merdeka” dan pada teman sejawat di sekolahnya dengan program IHT yang diprakarsai oleh kepala sekolah Agus Widodo, S.Pd. Hasil PGP angkatan 11 terdapat dua teman sejawat di SMPN Bandarkedungmulyo yang sudah berproses mengikutinya, begitu juga beberapa teman sejawat di MGMP PJOK.

“Saya berharap dapat mengembangkan potensi ini sebagai pemimpin pembelajaran dalam bentuk penugasan yang lain, sebagai mana diamanahkan oleh undang-undang. Semoga saya bisa terus belajar dengan baik sebagai individu dan juga sebagai insan sosial, karena menurut Ki Hajar Dewantara, Nilai dan Peran guru, belajar itu sepanjang hayat demi memberikan pelayanan terhadap siswa dengan lebih baik,” tandas Rahmad. (yr)