Caption Foto : Perwakilan Direksi Bank Jatim Mugni Nurahman didampingi Direktur Pengawasan Dedy Patria dan Asistem Wignyo saat menyerahkan rekening tabungan sekolah kepada siswa

mediapetisi.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur bersama Lembaga Jasa Keuangan dan Pemerintah Daerah terus berupaya  mengembangkan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Wisata. Dihadiri Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Dedy Patria, Perwakilan Direksi Bank Jatim Mugni Nurahman, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Wignyo Handoko, Kepala OPD dan Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan Jombang. Bertempat di Wisata Pandasili Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Kamis malam (3/8/2023)

Kepala Desa Ngampungan Rohan menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan Regional 4 Jawa Timur yang telah memilih desanya sebagai  Desa Wisata kosistem Keuangan Inklusif. Karena masyarakatnya membutuhkan ekosistem keuangan apalagi selama ini banyak tawaran pinjaman dengan bunga yang tinggi. Di desa banyak bank keliling yang datang.

Caption Foto : Pimpinan Lembaga Jasa Keuangan saat menunjukkan komitmen bersama EKI oleh Asisten, Direktur OJK, Kepala Desa dan Pimpinan Bank Jatim, Bank Jombang, BRI, BSI, BPJS Ketenagakerjaan, Jasindo dan Pegadaian

“Mudah – mudahan dengan ekosistem  keuangan yang inklusif ini, perlahan warga terlepas dari kondisi itu. Warga bisa membuka rekening Bank Jatim, Bank Jombang, BRI, BSI dan lainnya. Bisa untuk mengirim uang, hingga meminjam uang dengan bunga terjangkau. Warga pun dapat menggunakan modal itu untuk mengembangkan usaha di tempat wisata Pandasili ini. Selain itu, ada peluncuran  l Desa Sadar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Desa Wisata Pandansili ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Dedy Patria menyampaikan bahwa  Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah, selalu bersinergi untuk memperluas akses keuangan masyarakat demi peningkatan kesejahteraan. Salah satu programnya adalah pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Desa wisata tersebut diharapkan menjadi wadah edukasi pengelolaan keuangan sekaligus meningkatkan perekonomian warga.

Selain jadi destinasi wisata, Desa Ngampungan dipilih sebagai percontohan pengembangan ekosistem keuangan inklusif karena dukungan masyarakat setempat. Pihaknya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Pandansili yang mengelola obyek wisata. 

“Ekosistem Literasi Keuangan itu antara lain, menyangkut edukasi pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk keuangan, hingga pencegahan pinjaman daring ilegal. Adapun keuangan inklusif mencakup akses warga terhadap jasa keuangan, seperti perbankan formal. BumDes itu, misalnya, menjadi agen layanan keuangan tanpa kantor untuk warga setempat,” terangnya.

Lanjut Dedy, pihaknya akan selalu berusaha meningkatkan Bina Keluarga Sejahtera (BKS). Dari Kementrian Desa sebaik-baiknya adalah status kemajuan desa, salah satu komponen indeks Desa membangun yaitu tekanan ekonomi diantaranya bagaimana proses akses lembaga keuangan termasuk indikator dalam status indeks desa membangun.

Selain itu, bagaimana keterkaitannya menolak akses keuangan dari segi  daerah terhadap penilaiannya. Untuk meningkatkan indeks administrasi keuangan pedesaan dalam hal ini mendukung untuk meningkatkan organisasi program ekosistem desa inklusif. Mudah-mudahan dalam pertemuan ini bisa berhasil meningkatkan indeks desa membangun. Terdapat beberapa tahapan dalam mencapai indeks desa membangun seperti, dimulai dari pengaruh inflasi dengan melakukan survey terhadap masalah desa ini. 

“Bagaimana masyarakat desa bisa membuat secara khusus 250 restoran yang dibangun, sebenarnya 45 atau 15% belum memenuhi arah ketersediaan. Jadi belum ada instruksi untuk 45 orang tersebut dari 250. Mayoritas desa ini sudah mengenal minimal mengenai perbankan. Perbankan sudah lebih dulu dikenal daripada bank lainnya diantaranya pegadaian dan ketenagakerjaan. Untuk itu, bersama-sama aktif dan siap meluruskan paling tidak meningkatkan indeks kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jombang,” jelas Dedy.

Di tempat yang sama, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab yang diwakili Asisten 2 Wignyo Handoko mengapresiasi pengembangan ekosistem keuangan inklusif yang diinisiasi Kantor OJK Regional Jawa Timur dan sejumlah pihak. Hal ini, lanjutnya, penting untuk mendukung wisata di kabupaten Jombang terutama di Pandasili Ngampungan. 

“Ya memang ekosistem keuangan inklusif ini sangat penting, terutama di desa, untuk membantu warga memahami produk keuangan sehingga tidak terjebak pinjaman daring ilegal dan rentenir. Kami berharap semua desa bisa seperti di Ngampungan ini. Pemkan akan mendukung infrastruktur, seperti akses jalan,” tandasnya. (iin)