Caption Foto : Bupati Jombang didampingi Asisten 2 dan Kepala OPD saat menandatangani prasasti tanda diresmikan pasar Tunggorono
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian melaksanakan peresmian Pasar Tunggorono yang diresmikan oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Dihadiri Asisten 2 Wignyo Handoko, Kepala OPD terkait, Kabag. Pembangunan dan Pengadaan, Forkopimcam Jombang, Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia, 16 Kepala Pasar dan Paguyupan pedagang Pasar Tunggorono. Bertempat di halaman Pasar Tunggorono – Jombang. Selasa (25/07/2023)
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu pelaksanaan pembangunan Pasar Tunggorono. Karena penguatan pasar tradisional termasuk program prioritas Pemerintah Kabupaten Jombang. Tahun ini sudah ada 5 Pasar yang selesai direhabilitasi dan PR pemerintah dserah masih ada 11 Pasar yang menjadi perhatian.

Caption Foto : Bupati Jombang saat meninjau bangunan pasar Tunggorono
“Sedangkan Pasar Tunggorono sudah mulai ditempati sejak bulan Februari, tetapi peresmiannya baru bisa terlaksana sekarang. Walaupun pembangunan yang terlaksana baru seluas 1.634 m² dari total keseluruhan 12.230 m². Pembangunan akan terus dilanjutkan pada tahun berikutnya,” ungkapnya.
Pemerintah kabupaten Jombang memprioritaskan pembangunan pasar, sebab pembangunan insfratuktur lainnya seperti Puskesmas dan Kantor Kecamatan sudah cukup bagus. Sehingga pasar mempunyai peran penting dalam perputaran ekonomi.
“Maka, kita prioritaskan untuk rehabilitasi pasar di Kabupaten Jombang. Ada sebanyak 16 pasar di Kabupaten Jombang, semuanya tidak ada yang representatif dalam segi pelayanan yang baik dan hal ini perlu diperhatikan. Semoga dengan adanya perbaikan pasar mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang. Untuk anggaran pembangunan pasar berasal dari pajak yang dibayar oleh masyarakat, jadi mari dijaga dan pelihara bersama pasar yang sudah dibangun ini,” pesan Bupati Mundjidah.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang Suwignyo menyampaikan Pasar Loak Tunggorono berdiri sejak tahun 1994. Luas area Pasar Tunggorono seluruhnya 12.230 m² dengan jumlah pedagang 519 terdiri dari 88 toko, 389 kios/bedak, 18 Lesehan/ Gledek/ Los dan 15 Pedagang Kaki Lima pasar ini jadi sentranya perdagangan barang loak di Jombang Jawa Timur.
“Sedangkan Pemerintah Kabupaten Jombang merehabilitasi Pasar Tunggorono pada 20 Juli 2022 dan selesai pada 20 Januari 2023. Saat ini kita masih merehab 1.634 m², dengan biaya pembangunan sebesar 3,7 Milyar. Pedagang yang sudah menempati kios yang baru dengan ukuran 2,5 x 3 m2. Bangunan toko atau kios sudah bagus terbuat dari tembok permanen dengan pintu roling door. Jalanan selasar atau lorong antar kios juga cukup luas sekitar 3 meter, halaman parkir yang bersih dan luas serta dilengkapi 4 toilet di bagian belakang,” jelasnya.
Suwignyo berharap pasar Tunggorono bersih, para pedagang dalam berjualan setiap harinya bisa lancar, dan dengan dibangunnya pasar Tunggorono tersebut mampu meningkatkan perekonomian bagi para pedagang pasar. Kedepan pembangunan pasar Tunggorono diharapkan bisa sampai tiga tahap, disesuaikan dengan adanya kucuran anggaran dari pusat, provinsi maupun dari kabupaten, harapnya.
Sementara itu, ketua paguyuban pedagang pasar Tunggorono Sugeng Riyadi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dengan dibangunnya pasar Tunggorono yang lebih bagus.
“Saya berharap ada kelanjutan pembangunan untuk pasar Tunggorono ini yang mudah-mudahan bisa terlaksana tahun depan sehingga bisa meningkatkan perekonomian para pedagang pasar di tunggorono,” tandas Sugeng. (iin)









