Caption Foto : Petugas PLN saat memperbaiki SUTT mojokerto yang terkena petir

mediapetisi.net – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) gerak cepat memperbaiki (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150 kV Sekarputih –  Ngoro pada Tower 21 di Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, yang terkena petir akibat intensitas hujan yang tinggi  dan menyebabkan kondisi listrik di wilayah tersebut terganggu.

ULTG (Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk) Mojokerto dalam kurun waktu kurang dari 2 jam, langsung memperbaiki SUTT yang terkena petir dan pasokan listrik ke pelanggan telah kembali normal.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM), Didik Fauzi Dakhlan mengatakan bahwa PLN berkomitmen merespon cepat terhadap timbulnya gangguan kelistrikan pada pelanggan. Kondisi sistem kelistrikan selalu dalam pemantauan, apalagi dalam keadaan hujan disertai dengan petir, sehingga kondisi tower terkena petir seperti ini dapat dengan cepat terdeteksi.

“Untuk itu, penanganan terjadinya gangguan dipersiapkan dengan baik oleh team, agar langkahnya tepat, sistem kelistrikan pulih, saluran listrik ke pelanggan kembali normal dan juga tetap mengutamakan standar keamanan sehingga keselamatan team dalam penyelesaian pekerjaan terjamin aman,” jelas Didik. Senin (15/5/2023)

Keseriusan PLN dalam menghadapi kondisi SUTT yang terkena sambaran petir, tidak hanya sampai pada penanganan pada kejadian saja. PLN juga melakukan penanganan pasca gangguan yaitu dengan melakukan penggantian isolator yang mengalami kerusakan. 

“Sedangkan pekerjaan penggantian isolator pasca siaga Idul Fitri ini, dilakukan dalam keadaan bertegangan, artinya selama petugas mengganti bagian yang rusak, aliran listrik di saluran Udara tersebut masih ada. Sehingga energi terselamatkan sebesar 218,4MW dan pekerjaan PLN tidak mengganggu aktivitas pelanggan,” terangnya.

Tidak hanya itu, untuk pekerjaan penggantian Isolator Phasa S dan Re Setting Arching horn dan perbaikan pentanahan top grounding pada SUTT 150kV Sekarputih – Ngoro T.21 ini, berhasil diselesaikan 9 orang personil PDKB (Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan) UPT Malang dan ULTG Mojokerto selama kurang dari 4 jam mulai pukul 08.42 WIB hingga 12.00 WIB, pungkas Didik. (iin)