Caption Foto : Wabup Sumrambah saat membuka Musrenbang RKPD 2024 Kecamatan Wonosalam
mediapetisi.net – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Wonosalam, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jombang Tahun 2024 dibuka Wakil Bupati Jombang Sumrambah. Dihadiri Kepala Bappeda Danang Praptoko, Sekretaris Dinas Pertanian Yusuf, Forpimcam Wonosalam, Tim Bappeda, Kepala Desa se Kecamatan Wonosalam, Ormas dan Delegasi dari Desa. Bertempat di Pendopo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Selasa (7/2/2023)
Wabup Sumrambah mengatakan bahwa potensi dan keunggulan Wonosalam sangat luar biasa. Wonosalam adalah Kecamatan yang menjadi barometer pariwisata di Kabupaten Jombang. Karena saat ini sudah mulai tumbuh subur destinasi wisata, serta event-event di Wonosalam yang sudah menasional, yakni seperti Kenduren Durian, Tumpeng Manggis, Salak juga Alpukat.

“Secara bertahap Wonosalam semakin berbenah diri. Beberapa Destinasi Wisata mulai berjalan, meskipun masih banyak hal yang harus dibenahi secara bersama sama untuk menyepakati mau dibawa kemana Wonosalam ini,” terangnya.
Wabup Sumrambah mengingatkan bahwa ketika suatu kawasan maju, maka potensi penjualan tanah oleh warga sekitar tinggi kepada investor. Tidak terkecuali jika ada rencana pembangunan dan pelebaran jalan. Karena dengan pembangunan pelebaran jalan, bisa menarik banyak investor masuk ke Wonosalam.
“Tetapi kita ini ingin membangun untuk rakyat Wonosalam bukan untuk para investor. Kalau Tanah dipinggir jalan sudah seharga 1 juta pasti banyak yang menjual tanah tersebut. Kemudian, dibangunlah tempat wisata tetapi bukan milik kota Wonosalam. Saya ingin yang sejahtera adalah warga Wonosalam. Maka dari itu belajar membangun ketahanan masyarakat untuk tidak menjual aset tanah. Hal tersebut menjadi tantangan kita bersama, kita jangan terjebak pada prakmasitesme pembangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, upaya Wabup bersama Bappeda berencana guna membangun rest area di wilayah Wonosalam namun harus ada kerjasama antara kepala desa Wonosalam secara keseluruhan supaya desa lain dapat memberikan pemanfaatan terhadap rest area tersebut. Yang nantinya rest area milik BUMDes agar para pengunjung dapat membeli oleh-oleh, mencicipi makanan khas Wonosalam. Karena Wonosalam penyanggah kelangsungan hidup selain menjaga ekologi, reboisasi, juga harus menjaga keseimbangan. Bangun ekonomi kembali pada sektor lain yang tidak merusak alam sebab sumber mata air Wonosalam menjadi salah satu tangkapan paling besar.
“Melalui Musrenbang ini, mumpung ada para Kepala OPD, mari para Kepala Desa dan seluruh yang hadir berpartisipasi memberikan masukan, agar perencanaan pembangunan prioritas di Wonosalam benar – benar berkualitas, tepat sasaran, efektif dan efisien,” harapnya.
Di tempat yang sama, Camat Wonosalam Haris Aminuddin mengatakan masyarakat dan perwakilan desa sudah menentukan prioritas terkait dengan rencana pembangunan di kecamatan Wonosalam. Ada beberapa prioritas nantinya akan diusulkan di tahun 2024 ini masih tetap diproses. Karena musrenbang ini salah satu tahap yang dilalui. Setelah itu, kita nanti akan ada forum perangkat daerah. Sebagai lanjutan dari tahapan-tahapan untuk pelaksanaan RKPD ditahun 2024. Finalnya, akan dilaporkan penetapan APBD di bulan November sampai dengan Desember tahun 2023.
Untuk tahun 2024 fokus di pembangunan infrastruktur karena tema di RPD terbagi menjadi 3 tahun yaitu, pembangunan infrastruktur, ditahun 2025 ada penguatan SDM terkait dengan pertumbuhan ekonomi, dan penguatan hirilisasi terhadap agrobisnis. Pastinya untuk proses tersebut akan panjang, dan durasi proses tersebut selama 1 tahun. Tahapan ini masih ke tahap 4 dari sekian belas tahapan yang dilakukan.
“Harus bersabar dulu, karena proses ini masih panjang. Apapun usulan masyarakat tetap akan ditampung. Tadi juga sudah ada hasil dari musyawarah desa dan musyawarah kecamatan untuk menentukan prioritas di kecamatan Wonosalam. Sedangkan PIK (Pagu Indikatif Kewilayahan) Kecamatan Wonosalam sebesar Rp. 1,5 Milyar,” pungkasnya. (iin)









