Caption Foto : Kabid SMP pada Disdikbud Syafa’ Efendi saat berangkatkan Pawai Budaya SMPN 5 Jombang
mediapetisi.net – SMP Negeri 5 Jombang gelar pawai budaya dengan tema “Melalui HUT ke-28, SMP Negeri 5 Jombang Tetap Berbudaya di Era Globalisasi”. Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Keberdayaan yang diwakili oleh Kepala Bidang SMP Syafa’ Efendi, Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Jombang Kurniadi, Segenap Guru dan siswa siswi SMP Negeri 5 Jombang. Bertempat di halaman SMP Negeri 5 Jombang. Sabtu (21/01/23)
Kepala sekolah SMPN 5 Jombang, Kurniadi ketika diwawancarai mengatakan, kegiatan karnaval dilaksanakan dalam rangka HUT SMP Negeri 5 Jombang ke 28. Karnaval tersebut dilaksanakan guna menggali potensi siswa, juga membangun karakter tentang nasionalisme, kebersamaan, dan percaya diri. Dan dihari kedua, tepatnya ditanggal 24 akan dilaksanakan gebyar sholawat.
“Tujuan diadakannya gebyar sholawat untuk mewujudkan rasa syukur. Tidak sampai disitu saja, siswa juga dapat menghargai bangsa Indonesia dengan adanya keberagaman. SMP Negeri 5 Jombang untuk seluruhnya 856 siswa, dengan rincian kelas 7 ada 285 siswa, kelas ada 283 siswa, kelas 9 ada 278 siswa,” terangnya.
Menurut Kurniadi, pihaknya saat ini berupaya menertibkan apel pagi meliputi pembacaan Asmaul Husna, membaca surat pendek, dan juga menertibkan sholat dhuhur berjamaah untuk meningkatkan iman taqwa dan berakhlaqul Karimah.
“Semoga kegiatan HUT ke 28 ini SMPN 5 Jombang semakin mampu dan banyak mendapatkan kepercayaan dan tempat dihati masyarakat. Kami juga ingin meningkatkan prestasi lebih baik,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Syafa’ Efendi mengatakan kegiatan tersebut menerapkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk membentuk karakter siswa.
“Jika diperhatikan sudah terlihat ada implementasi untuk kefinikan global. Ada beberapa keragaman pakaian dikenakan siswa, menggambarkan asal daerahnya. Dan hal tersebut sudah muncul model diterapkan siswa,” jelasnya.
Tidak hanya itu, penanaman siswa didalamnya terdapat kreatifitas dan kreasi. Sudah tampak dari spanduk beragam-ragam dengan kegiatan ini bukan hanya euforia tapi kemudian harus digali. Mengambil makna dari kegiatan tersebut dan adanya kegiatan ini muncul kesemangatan bagi siswa, dibalik kegiatan tersebut ada beberapa nilai harus bisa dikembangkan. Secara tidak langsung karakter, nilai-nilai, dan kesemangatannya terbangun.
“Saya rasa penanaman siswa P5 dan kurikulum merdeka sudah relevan. Itu hal paling pokok yang kami terapkan. Menjadi pembelajaran mandiri bagi siswa karena dikelola oleh wali kelas dan para siswanya,” pungkas Syafa’. (Iin)










