Caption Foto : Ketua LPS Semarang Rodia saat pemaparan
mediapetisi.net – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) batik Semarang memfasilitasi Uji Kompetensi bagi pengrajin batik secara gratis dan diikuti 40 pengrajin batik. Bertempat di Aula Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang. Kamis (4/10/2022)
Ketua LSP Batik Semarang Dr. Rodia Syamwil M.Pd menyampaikan bahwa Program fasilitasi sertifikasi kompetensi profesi batik bertujuan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya profesi batik di Kabupaten Jombang. Sekaligus sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas dan daya saing para pengrajin batik dalam menghadapi persaingan pasar.
“Sertifikat ini menjadi salah satu bukti seseorang itu memiliki kompetensi di bidang tertentu. Kami fasilitasi pada kemampuan mencanting saja, inilah yang dinamakan okupasi,” ungkapnya.

Sehingga Lembaga Sertifikasi Profesi Batik memberikan program fasilitasi dimana uji kompetensi yang dilakukan ini digratiskan. Tapi tentu saja fasilitas ini masih minim dimana artinya pihaknya masih meminta bantuan pada dinas setempat yang pastinya pemilik daripada pembatik atau pengayom dari para pembatik untuk memberikan support.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terimakasih pada dinas perdagangan dan perindustrian Jombang karena telah memberikan bantuan dan support kegiatan ini antara lain memberikan fasilitas tempat ujian,” ucap Rodia.
Sedangkan para pengrajin batik akan mengikuti serangkaian uji kompetensi dan dinilai oleh tim asesor LSP Batik. Uji kompetensi tersebut untuk mencari bukti, jika dokumen-dokumen seperti sertifikat, penghargaan, dan sebagainya lengkap maka dianggap sudah tercukupi. Sehingga tinggal wawancara saja terkait wawasannya. Namun, jika bukti dokumen ini kurang memadai maka harus dibuktikan lewat praktek.
“Mudah – mudahan kita dapat mengumpulkan bukti kompetensi, kemudian istilah yang kami gunakan siapa yang berhasil itulah yang bisa kami katakan kompeten. Kalau ada yang belum berhasil maka kita katakan belum kompeten. Meskipun begitu nanti para asesor akan memberitahukan apa kekurangan dari yang belum kompeten tersebut. Sehingga masih bisa diperbaiki dan bisa ikut sertifikasi lagi di waktu berikutnya. Kami berharap pengrajin batik yang telah mendapatkan sertifikasi kompetensi nantinya benar-benar mampu meningkatkan kualitas batik di Indonesia khususnya bagi Jombang,” jelas Rodia.
Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jombang Isnainiyah menyampaikan terima kepada LPS batik Semarang membantu untuk uji kompetensi profesi batik secara gratis. Karena pengrajin batik yang telah bersertifikat akan menambah daya saing yang tinggi dan produk-produknya siap dipasarkan terutama di level internasional. Oleh karena itu dengan adanya acara ini kita bisa melaksanakan dengan baik.
“Kalau dengan adanya nanti jalur seperti ini, diharapkan verifikasi batik tersebut semuanya sudah punya properti yang nantinya diharuskan mempunyai profesi tersebut. Tetap harus ada sertifikat. Kemarin sudah ada peresmian batik Jombang pada Hari Jadi Pemkab Jombang ke 112. Kami mengharapkan pengrajin batik di Kabupaten Jombang agar terus berkreasi dan tidak berhenti untuk berkarya dengan selalu menggali ide-ide baru. Sehingga usaha kreatif para pengrajin batik dapat menjadi andalan,” tandasnya.
Di tempat yang sama, Nurkholis sebagai koordinator lapangan dari LSP Batik yang meminta untuk uji sertifikasi ini bisa dilakukan di Jonbang. Setelah LSP Batik menyetujui baru dirinya koordinasi dengan bidang perindustrian dan diiyakan sehingga dilaksanakan pada tanggal 4 November 2022 dengan peserta 40 orang, pungkasnya. (lis)










