Caption Foto : Suasana Musdes

mediapetisi.net – Desa Tunggorono Kecamatan/Kabupaten Jombang gelar Musyawarah Desa (MusDes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2023. Di hadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD),Kepala Dusun,RT RW, tokoh masyarakat dan organisasi perempuan. Bertempat di Balai Desa Desa Tunggorono. Senin (26/09/22) 

Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan melalui Sekretaris Desa, M. Thobib Nur Annas menyampaikan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2023 dilakukan dengan menyerap aspirasi dari warga desa. 

“Banyak masukan dari warga untuk akan dimasukkan di RKPDes anggaran tahun 2023. Tetapi desa masih belum bisa menetapkan karena ada beberapa tokoh masyarakat dan warga undangan yang berhalangan hadir. Sehingga kami memberikan kesempatan menyampaikan aspirasi satu minggu kedepan,” terangnya.

Lanjut Annas, dalam penyampaian aspirasi tersebut warga Desa Tunggorono menyampaikan aspirasi terkait dengan pembangunan fisik maupun non fisik. Namun aspirasi tersebut masih dalam pertimbangan sebab terdapat keterbatan anggaran dana desa. 

“Sesuai dengan instruksi pemerintah yang lebih tinggi, kemaren sampai tahun 2025 anggaran dana desa masih BLT. Tetapi, untuk Alokasi Dana Desa (ADD) kita tetap dianggarkan sesuai dengan pengajuan ADD tersebut. Sedangkan untuk kegiatan fisik menggunakan anggaran dari DD, Karena sesuai dengan peraturan bupati (perbup) untuk pengelolaan DD dan ADD tahun anggaran 2023 sekarang belum keluar,” ucapnya.

Selain itu, Annas berharap dengan adanya Musyawarah Desa (MusDes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2023 tidak ada kegiatan ataupun penggunaan dana desa yang tidak sesuai dengan masyarakat,” harapnya. 

Sementara itu, salah satu warga Desa Tunggorono, Mastuki Pandi mengatakan dengan adanya kegiatan Musyawarah Desa (MusDes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2023 warga bisa menyampaikan keluhan serta kebutuhan masyarakat desa yang seharusnya ditangani oleh pemerintah Desa maupun pemerintah daerah. 

“Menurut saya apa yang telah disampaikan oleh warga sudah mencakup keseluruhan dari dusun dusun yang ada di Desa Tunggorono. Ada beberapa usulan yang disampaikan ke pemangku pejabat di desa, usulan yang menonjol adalah kegiatan fisik tapi meskipun banyak usulan untuk anggaran 2023 masih tetap pas-pasan sebab ada BLT yang harus disalurkan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Mastuki juga berharap agar ke depan untuk kegiatan fisik dan non fisik yang ada di desa ini bisa mendorong peningkatan dan percepatan pemulihan ekonomi yang ada di desa khususnya desa tunggorono. Sehingga pemulihan ekonomi pada masyarakat saat ini bisa lebih cepat, dan bisa tepat sasaran, pungkasnya. (lis)