Caption Foto : Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Polbangtan Malamg

mediapetisi.net – Kementerian Pertanian RI melalui Polbangtan Malang (Politeknik Pembangunan Pertanian Malang) gandeng Komisi IV DPR-RI menggelar kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh dengan harapan dapat mewujudkan pembangunan di sektor pertanian dibuka oleh Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah, ST, MT., M. M.Pd. Hadir juga Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Polbangtan Malang, Dr. Novita Dewi K., S.Pt., M.Si., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch. Rony, dan narasumber dari UNIPDU Jombang Farhan. Diikuti oleh 100 generasi milenial Kabupaten Jombang. Bertempat di Ballroom Hotel Fatma Jombang. Jum’at (23/09/2022) 

Anggota Komisi IV DPR RI Ema Umiyyatul Chusnah menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh khususnya di kalangan milenial dengan materi digital marketing.

“Kami juga memiliki target untuk memberikan anak-anak muda milenial di Kabupaten Jombang agar bisa mengembangkan produk-produk atau hasil olahan dari pertanian untuk bisa dikembangkan. Tidak hanya itu mereka juga akan diberikan edukasi mengelola  hasil olahan dari pertanian dengan digital marketing terkait  pemasaran,” ungkapnya.

Caption Foto : Anggota Komisi IV, Wakil Direktur Polbangtan, Kepala Dinas Pertanian dan Nara sumber bersama peserta Bimtek

Selain itu, Ema Umiyyatul Chusnah yang akrab disapa dengan Ning Ema berharap agar anak muda generasi milenial bisa lebih mandiri dan kreatif untuk meningkatkan kapasitas petani sehingga bisa terbuka peluang pekerjaan. 

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk kita membuka peluang peluang pekerjaan pada mereka. Jadi kalau hari ini mereka ingin dan butuh praktis untuk membeli ataupun mendapatkan apapun itu dan mengembangkan produk makan lebih efektif jika mengetahui dan menguasai digital marketing, karena hal tersebut juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kerjasama Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) Malang, Dr. Novita Dewi K., S.Pt., M.Si., memaparkan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang merupakan salah satu pendidikan yang memberikan beasiswa kepada kaum milenial atau pemuda petani yang ingin sama-sama bergerak mengembangkan pertanian.

“Tugas kami beberapa diantaranya selain pendidikan, juga ada pengabdian masyarakat dan penelitian. Alhamdulillah pada hari ini atas dukungan support dari komisi IV DPR RI Ning Ema yang telah memberikan kesempatan kepada kita untuk bersama-sama melaksanakan bimbingan teknis yang sesuai dengan zaman peserta saat ini,” terangnya.

Tujuan utama daripada pembangunan di bidang pertanian adalah salah satu nya untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Dilakukan berbagai upaya salah satunya meningkatkan kapasitas supaya para pelaku pertanian ini memiliki kapasitas daya saing dalam rangka meningkatkan kedaulatan pangan.

“Selain itu, ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan di Jombang oleh Polbangtan Malang seperti Kelompok Santri Tani Milenial (KSTM), Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Sekolah Lapang (SL), dan Kostratani. Ke depannya Polbangtan Malang akan melakukan MoU di bidang SDM dengan Pemerintah Kabupaten Jombang,” jelas Novita.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch. Rony menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP Ema Umiyyatul Chusnah juga Polbangtan Malang sehingga bisa terselenggara kegiatan Bimtek tersebut.

“Harapan besar untuk bangsa ini ke depan para pemuda yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan, ditanya kepemimpinan negara tetapi juga kepemimpinan masyarakat. Hal tersebut terletak di pundak para pemuda semua. Jika hari ini tajuknya berkaitan dengan dunia pertanian, secara spesifik akan menyampaikan digital marketing,” ujarnya.

Perlu diketahui, komoditas-komoditas pertanian di Kabupaten Jombang saat ini ada beberapa komunitas yang tidak kalah utuhnya yang bisa menembus masa ekspor. 2 bulan yang lalu Gubernur Jatim bersama Bupati Jombang melepas 12 ton kopi Ekselsa Wonosalam untuk diekspor ke Malaysia. 

“Yang artinya bahwa produk-produk kita ternyata juga mampu untuk menembus pasar luar negeri. Untuk bisa menembus pasar luar negeri, memberikan wacana kepada anak-anak muda. Bahwa produk-produk kita manakala ingin memiliki nilai tambah yang lebih memang harus bisa masuk ke pasar Rubah,” tegasnya.

Selain itu, Narasumber dari UNIPDU Jombang Ahmad Farhan menyampaikan dalam bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani dan penyuluhan di Kabupaten Jombang materi yang diberikan merupakan materi digital marketing. 

“Disini diberikan materi digital marketing karena di digital marketing tidak membutuhkan produk, tidak butuh fisik toko, hanya memakai handphone. Kalau memakai tradisional marketing kita membutuhkan nilai yang banyak untuk mempersiapkan tersebut,” paparnya.

Tidak hanya itu, Farhan juga mengatakan pengunaan sambungan internet saat ini melebihi populasi karena 1 orang mempunyai 2 akun. Yang aktif pakai internet sekitar 200 juta. Didunia digital tidak ada yang namanya saingan dengan toko sebelah dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

“Jika menggunakan pemasaran offline itu sangat mahal. Buat fespek dulu, buat profil dulu, baru diupload. Setelah itu kita memilih iklan, tergantung produknya. Kalau organik agak lama, karena tidak ada campur tangan dari teknologi memasarkan prodak kita. Sehingga dengan makin meningkatnya penggunaan metode belanja online, maka kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk wisata adalah sangat penting,” pungkasnya. (lis)