Caption Foto : Wabup Sumrambah saat memberangkatkan kirab

mediapetisi.net – Wakil Bupati Jombang, Sumrambah hadiri sedekah desa di Desa Balongbesuk “Konvensi Tradisi Uri-uri Budaya Desa yang Bernilai Adi Luhung” dirangkai dengan kirim doa pada leluhur dan kirab tumpengan, hasil bumi dan miniatur kebo disepanjang jalan Desa Balongbesuk. Dihadiri Camat Diwek, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar, tokoh masyarakat dan kepala desa beserta perangkat desa. Nertempat di halaman Balaidesa Balongbesuk Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Kamis (28/07/22) 

Wakil Bupati Jombang Sumrambah menyampaikan, dengan kegiatan sedekah desa setiap tahun di Desa Balongbesuk, akan menciptakan rasa kebersamaan dan sebagai bentuk perkenalan budaya luhur kepada anak turun. 

“Sedekah desa ini juga salah satu bentuk ikhtiar agar warga Desa Balongbesuk selalu diberi dianugerah dalam bentuk keselamatan, kesehatan, serta diberi rejeki yang melimpah, agar segera pulih dan berjaya kembali pasca Covid 19. Saya juga berharap agar masyarakat Desa Balongbesuk tetap rukun dan guyup selalu serta tetap melestarikan uri-uri budaya luhur peninggalan dari leluhur,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Balongbesuk Mochamad Saifur mengatakan, sedekah Desa Balongbesuk sudah rutin dilakukan setiap tahun. Sedekah desa tersebut merupakan uri-uri budaya peninggalan leluhur yang sudah memberi kenikmatan berupa tanah. 

“Kami bersyukur pada leluhur yang sudah meninggalkan tanah di Desa Balongbesuk, sehingga bisa mendapatkan hasil bumi dan bisa manfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan ini dirangkai dengan kirim doa serta sholawatan pada leluhur dan kepala desa yang sudah meninggal dan disambung pada pagi hari ini ada kirab tumpengan, hasil bumi, dan juga miniatur kebo,” terangnya.

Adanya rangkaian kirab miniatur kebo tersebut sebagai bentuk keidentikan dengan petilasan yang konon katanya termasuk dalam rentetan dari kisah kebo kicak dan petani petani yang menggarap sawah menggunakan kebo. 

“Selain kebo, Desa Balongbesuk juga identik dengan keberadaan punden. Dahulu punden tersebut memiliki sumber air yang  besar dan digunakan untuk memandikan sapi. Saat ini memang banyak berdatangan warga dengan segala penyakit dan berharapan bisa sembuh dan mendapatkan kesehatan. Dan semoga masyarakat bisa terus melestarikan dan memperkenalkan pada anak turun kita agar sedekah desa ini bisa tetap dilakukan di setiap tahun,” pungkas Saifur. (lis)