Caption Foto : Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha saat memimpin pers release

mediapetisi.net – Satreskrim Polres Jombang telah mengungkap kasus penculikan bayi usia 4 bulan di panti asuhan Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang. Senin (13/6/2022)

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha dalam konferensi pers mengatakan kasus penculikan bayi usia 4 bulan di panti asuhan Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang sudah terungkap. Tersangka yang berinisial EMP (26) warga jalan raya Ploso nomor 78, Kecamatan Ploso kini menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Jombang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ibu satu anak itu, nekat melakukan aksi penculikan di panti asuhan karena ingin memiliki anak lagi. Menurut keterangan tersangka yang bersangkutan ingin memiliki anak lagi,” ungkapnya. 

Menurut Giadi, ide penculikan itu muncul secara tiba-tiba saja dari tersangka. Selain itu, tersangka ini sudah sempat mampir di panti asuhan lain, sebelum akhirnya ke panti asuhan yang ada di Diwek.

“Tersangkan ini ingin mengadopsi bayi, dan di panti asuhan yang pertama tidak ada bayi, sehingga yang bersangkutan pergi mencari panti asuhan yang ada bayinya,” terangnya.

Giadi juga menjelaskan, dalam aksinya pelaku bergerak sendiri. Dia bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun dengan membawa mobil Toyota Calya nopol  L 1318. Setelah dibawa lari dari panti asuhan, bayi berumur 4 bulan bernama Zakia Jihan Kamelia ini dibawanya ke rumah pelaku di Ploso. “Kami tidak menemukan indikasi pelaku melakukan kekerasan kepada bayinya. Bahkan bayi ini sempat diberi obat karena menurut pelaku bayinya sedang flu. EMP akhirnya berniat mengembalikan bayi itu pada Sabtu (11/6) malam setelah merasa ketakutan. Namun, sebelum sampai di panti, ia ditangkap petugas yang telah melacak keberadaan kendaraannya,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, EMP ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 76f juncto pasal 83 UURI No. 35 Th. 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Th. 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun hingga 15 tahun penjara.

“Terkait penahanan tersangka, sampai saat ini masih menunggu rekomendasi dari dinas terkait dan instansi kesehatan. Rekomendasi ini, berkaitan dengan kondisi kejiwaan korban. Sampai sekarang belum ditahan statusnya tersangka meski kemarin sudah dilakukan pemeriksaan, nanti sore akan keluar rekomendasinya. Karena dari pemeriksaan awal, pelaku ini diduga mengalami tekanan mental setelah bercerai dari suaminya,” pungkas Giadi. (lis)