Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian Jombang Ir. Much. Rony 

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang berusaha meningkatkan produksi petani salah satunya petani penghasil kopi. Kamis (12/05/22)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much. Rony melalui Kasi Perkebunan, Syafriel Yudhi menyampaikan bahwa sejarah kopi di Kabupaten Jombang khususnya jenis excelsa awal mulanya dibawa oleh Pemerintah Belanda pada jaman penjajahan, kemudian oleh petani lokal di kembangkan hingga saat ini. Perkembang kopi di Jombang 5 tahun yang lalu memang belum bangkit, kemudian dengan adanya generasi milenial serta petani yang sudah mulai paham dengan pasar kopi perkembangan kopi di Kabupaten Jombang semakin berkembang. 

Namun sampai saat ini Kabupaten Jombang masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi salah satunya masih dibutuhkannya peremajaan tanaman. Dengan adanya hal itu Dinas Pertanian Kabupaten Jombang berupaya semaksimal mungkin dalam mengembangkan kopi lokal di Wonosalam khususnya dari jenis Excelsa dengan memberikan beberapa bantuan kepada petani di Wonosalam dari tahun 2017 sampai sekarang mulai dari gunting pangkas hingga alat pengupas kulit.

“Dinas Pertanian Kabupaten Jombang akan fasilitasi dari hulu hingga hilir, mulai dari budidaya sampai dengan panen. Hal tersebut menurut kami juga masih kurang untuk mencukupi kebutuhan di Wonosalam, beberapa petani cukup pintar bisa mengakses sumber pendanaan dari CSR Bank. Hingga tahun 2021 kemaren sudah dibantu berupa Alat Grinder (penghalus), Pulper ( pengupas) serta Roasting ( penggoreng) jadi fasilitasi kami tidak hanya peremajaan tanaman tahun 2019 dan 2020,” terangnya. 

Selain itu, dengan adanya dukungan sumber dana baik dari pemerintah serta CSR secara otomatis kopi lokal Wonosalam dapat berkembang dengan baik serta kualitas kopi dapat lebih bagus. Sampai saat ini kopi lokal Wonosalam yang sudah di ekspor ke Malaysia sebanyak 12 ton green bean (biji) dari jenis Excelsa Wonosalam. Sebelumnya 2 tahun yang lalu Jombang sudah mengirim contoh kopi dalam bentuk bubuk ke Jerman sebanyak 12 Kg, dikarenakan adanya pandemi covid 19 sehingga tidak ada follow-up lagi. 

“Tidak hanya itu, Dinas Pertanian akan membantu budidaya mulai dari segala macam jenis bibit serta peremajaan, misalkan ada bibit kopi yang mati akan kita ganti dengan bibit baru. Sedangkan hama yang banyak menyerang kopi adalah busuk buah maka dari itu kita memberikan obat. Kemarin juga ada beberapa petani meminta adanya pelatihan dari segi budidaya hingga pengolahan, karena selama ini hanya bantuan berupa alat. Pelatihan untuk pengolahan sudah kita soundingkan dengan Disperindag, sedangkan untuk segi budidaya kita juga sudah berusaha minta anggaran baik dari Pusat maupun Provinsi sebab anggaran daerah masih terbatas,” jelasnya. 

Dengan adanya hal tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang berharap adanya fasilitasi yang sudah disiapkan mulai dari budidaya hingga ekspor dapat meningkatkan skala produksi kopi di Kabupaten Jombang dan kedepannya harus punya bisnis plan, karena sudah terbuka peluang bagus. Dinas Pertanian juga akan menjembatani dalam mencari pasar.

Kemarin sudah ada peluang di Bangka Belitung dan meminta contoh kopinya, saya juga ingin mengangkat petani UMKM yang lain. Kita akan kasih kesempatan untuk yang lain, beberapa sudah saya telepon supaya membuat brosur serta packaging semenarik mungkin dan kekinian. Karena kemasan juga berpengaruh dan kelemahan produk pertanian adalah kemasan. Untuk mempertahankan hal tersebut agar kopi Excelsa bisa menjadi milik Kabupaten Jombang.

“Dinas Pertanian Jombang sudah berusaha mendaftarkan brand Excelsa Wonosalam ke Kemenkumham dan ini masih dalam proses. Tinggal menunggu masa sanggah selama 3 minggu, jika tidak ada masa sanggah maka dari Kemenkumham akan melakukan pengecekan lalu kita mendapatkan sertifikat indikasi berbasis kopi Excelsa Wonosalam Jombang,” pungkasnya. 

Perlu diketahui, luas lahan kopi di Kabupaten Jombang mencapai sekitar 1.600 hektar terdiri dari kopi jenis Arabica seluas 96,1 hektar, kopi jenis Robusta seluas 966,9 hektar serta kopi jenis excelsa seluas 537,1 hektar dengan potensi produksi keseluruhan 959 ton dengan rincian Arabica 43 ton, Robusta 609 ton serta Excelsa 306 ton. Namun produksi kopi jenis Excelsa di Kabupaten Jombang memang sedikit, sebab penanamannya harus di dataran tinggi sehingga tingkat pemanenannya cukup susah. (lis)