Caption Foto : Camat Tembelang saat sambutan

mediapetisi.net – Bea Cukai Kediri bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang menggelar sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di Bidang Cukai dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Jombang Budi Winarno yang diwakili Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Aries Yuswantono. Dihadiri Pemeriksa Bea dan Cukai Pratama R. Donny Sumbada, Camat Tembelang,Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan diikuti oleh pedagang rokok eceran, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat dan agama. Bertempat di Balai Desa Kedunglosari Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Kamis (17/3/2022)

Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Aries Yuswantono menyampaikan Sosialisasi tersebut memberikan penjelasan tentang ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai. Selain itu, hasil dari cukai untuk pembangunan dan membantu untuk menangani Covid-19.

“Dengan adanya sosialisasi ini agar penjual rokok yang hadir dapat mendeteksi rokok yang ditawarkan oleh oknum yang menawarkan rokok ilegal dan agar tidak mudah terkecoh,” terangnya.

Pemeriksa Bea dan Cukai Pratama R. Donny Sumbada dari Bea Cukai Kediri menyampaikan Gempur Rokok Ilegal mmelalui Layanan informasi Bea Cukai Kediri telepon/SMS/WhatsApp dengan nomor 0813 3567 2009. Dasar hukum kepabeanan dan cukai berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai dan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Pengertian cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu. Diantaranya barang-barang yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan dalam Undang-undang cukai. Sedangkan Rokok Ilegal adalah rokok yang dalam pembuatan dan peredarannya tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan dibidang cukai.

“Kategori rokok ilegal Pertama rokok yang diedarkan, dijual, atau ditawarkan tidak dilekati pita cukai (dikenal dengan istilah rokok polos atau rokok putihan). kedua, Rokok yang diedarkan dari produksi pabrik yang belum mempunyai NPPBKC. Ketiga, Rokok yang diedarkan, dijual atau ditawarkan dilekati pita cukai, namun pita cukainya Palsu atau dipalsukan. Sudah pernah dibakai (bekas). Selain itu, tidak sesuai peruntukan misalnya pita cukai untuk rokok golongan SKT tapi dilekatkan pada rokok dengan golongan SKM, sehingga tidak sesuai tarif cukainya. Tidak sesuai personalisasi, misal pita cukai untuk perusahaan A, tapi digunalan untuk perusahaan B,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, pidana pelanggaran cukai pada pasal 50 UU nomor 11 tahun 1995 jo.UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Pasal 54 UU nomor 11 tahun 1995 Jo. UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Pasal 55 UU nomor 11 tahun 1995 jo. UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai.

Pasal 54 undang-undang nomor 11 tahun 1995 Jo UU nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai setiap orang yang menawarkan menyerahkan menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena Cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita Cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan Cukai lainnya sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan atau pidana denda paling sedikit 2 kali nilai Cukai dan Dan paling banyak 10 x nilai Cukai yang seharusnya dibayar.

“Pasal 55 UU nomor 11 tahun 1995 Jo UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai setiap orang yang yang membuat secara melawan hukum meniru atau memalsukan b e pita Cukai atau tanda pelunasan Cukai lainnya membeli menyimpan mempergunakan menjual menawarkan menyerah menyediakan untuk dijual atau mengimpor pita Cukai atau tanda pelunasan Cukai lainnya yang palsu atau dipalsukan atau mempergunakan menjual menawarkan menyerahkan menyediakan untuk dijual atau mengimpor B cukai atau tanda pelunasan Cukai lainnya yang sudah dipakai di pidana yang dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 8 tahun dan pidana denda paling sedikit 10 kali nilai Cukai