Caption Foto : Bupati Jombang didampingi Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 0814, Dansaradar 222, Kajari dan Kepala Dinkes saat diwawancarai awak media

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang meminta kampung tangguh dan semangat kerelawanan masyarakat saat PPKM mikro di wilayah kabupaten Jombang diaktifkan, dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi gelombang ketiga Covid-19 yakni varian Omicron agar tidak menyebar ke masyarakat setempat.

“Kami akan mengaktifkan kembali Satgas Covid-19 yang telah dibentuk di tingkat RT/RW dan pondok pesantren, industri, serta di pasar. Selain itu, masyarakat dimana saja harus memakai masker, anak-anak sampai dewasa semua harus pakai masker, saar di tempat-tempat umum seperti pasar, maupun mal,” ungkap Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab usai memimpin rapat koordinasi bersama Forkopimda terkait kesiapan menghadapi Covid-19 varian omicron di ruang swagata Pendopo kabupaten Jombang. Senin (7/2/2022)

Tidak hanya itu, Pemkab Jombang juga akan menyiagakan sejumlah fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga membentuk tempat isolasi terpusat (Isoter). Selain itu, akan melakukan pengawasan isolasi mandiri dan pengawasan penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

“Untuk itu, kepada seluruh Satgas Covid-19 dan seluruh jajaran terkait untuk melakukan langkah langkah kesiapannya. Baik RSUD Jombang, RSUD Ploso, RSK Mojowarno menyiapkan fasilitas kesehatan agar tidak kelabakan apabila terjadi lonjakan nantinya,” terang Bupati Mundjidah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, drg. Budi Nugroho mengatakan bahwa sekitar ada 13 rumah sakit yang tersebar di wilayah setempat telah melakukan persiapan untuk menghadapi serangan Covid-19 gelombang ketiga dengan menyediakan tempat rawat pasien, obat-obatan serta sumber daya manusia (SDM) yakni tenaga kesehatan yang akan menangani pasien.

“Kami punya sekitar 300 bed dari rumah sakit di Jombang yang jumlahnya kira-kira 13 rumah sakit. Untuk fokusnya sekarang yang sedang berat dilayani di rumah sakit, kalau yang ringan dan tanpa gejala tidak dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Menurut drg. Budi, Dinas kesehatan Jombang mencatat ada 90 kasus Covid-19 dan kasus tersebut bertambah dari yang sebelumnya 7 menjadi 40 hingga sekarang menjadi 90 kasus. Sedangkan 45 pasien menjalani perawatan di berbagai rumah sakit dan pasien belum ada yang dinyatakan terkena varian omicron.

“Untuk itu, sebagai antisipasi terus bertambahnya kasus yang dirawat di rumah sakit, Kami meminta SDM (sumber daya manusia di rumah sakit rutin dirapid tes untuk mencegah munculnya klaster di lingkungan rumah sakit. Kepada masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi Prokes yang ditetapkan oleh pemerintah guna mencegah infeksi Covid-19,” pungkasnya. (lis)