Caption Foto : Menaker RI Ida Fauziah saat menghadiri Wisuda Sarjana STIT Al Urwatul Wutsqo

mediapetisi.net – Rapat Senat Terbuka Wisudawan Wisudawati STIT Al Urwatul Wutsqo dipimpin oleh Ketua STIT Al Urwatul Wutsqo Prof Dr Hj. Istibjaroh. Dihadiri Menaker RI, Sekda, Kepala DPMD, Kasat Binmas, Ketua Yayasan dan Pengasuh PP UW, Pimpinan dan Keluarga besar STIT UW. Bertempat di Kampus STIT Al Urwatul Wutsqo Bulurejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Minggu (16/1/2022)

Ketua Yayasan Al Urwatul Wutsqo Mihmidaty Ya’cub menyampaikan terimakasih kepada STIT UW karena sudah bisa melaksanakan wisuda ke 7 tahun 2022 dan kepada wisudawan wisudawati yang sudah berkontribusi di STIT UW sudah bisa menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun. Kali ini ada 244 mahasiswa yang diwisuda dari Prodi Pendidikan Agama Islam dan Prodi Manajemen Pendidikan Islam 

“Dari mahasiswa kami yang berjumlah 1078 orang seluruhnya kita arahkan untuk pendidikan Al Quran harapannya kedepan bisa menyebarkan pendidikan Al Qur’an dan hari ini kita melaksanakan pengukuhan artinya kalian sudah menjadi alumni UW. Kami berharap kalian menguatkan perjuangan serta  mengajak bersama-sama sekelilingnya agar perjuangan kalian bisa terdukung semoga para alumni UW tahun ini bisa menjadi tokoh dan sukses,” harapnya.

Di tempat yang sama, Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Masdar Hilmi mengucapkan selamat kepada STIT UW sudah melaksanakan wisuda sarjana, bahwa semua perguruan tinggi yang berafiliasi ponpes harus bisa lentur dan harus bisa lebih maju.

“Dengan dilandasi atas keikhlasan, keistiqomahan dan keberkahan para massayikh maka lembaga sekolah tinggi yang berafiliasi dengan ponpes bisa memiliki daya tahan dan lentur. Untuk para peserta wisuda/alumni UW ada yang tertarik menjadi pegawai atau apapun itu saya berpesan jangan pernah lupakan pesan wasiat dari guru-guru  STIT UW, teruslah belajar karena belajar bisa di mana saja jangan berpuas sampai di sini saja,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo menyampaikan permohonan maaf karena Bupati tidak bisa hadir. Kabupaten Jombang kasus Covid 19 sekarang ini sudah landai tetapi harus tetap patuhi prokes. Atas nama pemerintah Kabupaten Jombang kami ucapkan selamat dan sukses harapannya setelah di wisuda dapat memberikan semangat yang tinggi untuk meraih cita-cita.

“Terimakasih kepada STIT UW karena sudah berkontribusi untuk kemajuan Kab. Jombang di bidang pendidikan yang bisa di unggulkan serta di banggakan. Lepada para wisudawan jangan pernah berhenti untuk belajar biarpun kita sudah menempuh kesuksesan itu. Berikanlah ilmu yang sudah kita raih untuk kepentingan bangsa dan negara serta lingkungan kita,” ucapnya.

Dalam orasi ilmiahnya Menteri Tenaga Kerja RI Hj Ida Fauziah mengatakan hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh para sarjana wisudawan wisudawati dan selanjutnya perlu proses yang panjang untuk pencapaian ini.

Sedangkan tanggung jawab pemerintah untuk menyiapkan calon-calon pekerja ini,apakah lapangan  pekerjaan sudah tersedia. Dalam 5 tahun ini pengangguran sudah bisa di tekan oleh pemerintah namun ada intrupsi karena adanya Covid 19. Kuncinya adalah kepatuhan prokes,Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil dalam penanganan Covid, kita masing di bayang-bayangi oleh varian baru Omnicrom,kita bisa mengendalikan ekonomi apabila kita bisa mengendalikan Covid 19.

Ratusan triliun digelontorkan untuk penanganan Covid 19 demi menyelamatkan bangsa,kita masih punya pekerjaan rumah yang harus di selesaikan terkait pembangunan SDM. Kita juga akan menghadapi bonus Demografi yang kira-kira puncaknya tahun 2030,apakah Bonus apa justru menjadi beban Bangsa. Tergantung bagaimana kita menyiapkannya,maka dengan itu Presiden RI memprioritaskan pembangunan SDM.

“Tentunya ada pekerjaan yang hilang dan juga ada pekerjaan baru, Apakah kita siap dengan jenis pekerjaan baru.maka perlu di siapkan pelatihan untuk jenis pekerjaan baru yang muncul karena kemajuan tekhnologi dan informasi. 55 persen tenaga kerja kita tingkat pendidikannya lulusan SMP sehingga belum siap dengan jenis pekerjaan yang baru yang memerlukan skill yang cukup.Tantangan itu banar ada di depan mata kita, pesan kami ilmu yang sudah di terima oleh para wisudawan dapat di inofasikan dengan kemajuan IT,” pungkasnya. (lis)