Caption Foto : Gubernur Khofifah saat menyaksikan pelantikan ketua PWI Jatim

mediapetisi.net – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim mengadakan pelantikan pengurus periode 2021-2026 yang disaksikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Ketua PWI Pusat Atal Sembiring Depari di Mercure Hotel Surabaya.

Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim yang juga dilantik dalam acara ini mengatakan, hadirnya Gubernur dan Wagub Jatim menjadi semangat bagi wartawan Jawa Timur untuk bekerja cerdas, profesional dan berwibawa.

“Mudah – mudahan perhatian ini bisa menjadi energi dan semangat bagi teman-teman pekerja pers untuk bekerja secara profesional, sehat, cerdas juga berwibawa,” ungkapnya.

Tugas pers adalah memberikan penerangan bagi masyarakat, dan  harus memberikan kebenaran kepada publik. Ia juga mengajak insan pers untuk kritis dalam membangun daerah dan juga berperan sebagai kontrol sosial.

“Pers harus independen, objektif, dan betul betul menunjukan kebenaran berita. Juga harus berkompeten secara ilmiah dan pengetahuan, dan harus kritis membangun. Selain itu, Pers harus kompeten dalam mengambil peran dan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan pidato dalam acara pelantikan pengurus PWI Jatim menyinggung mengenai kecepatan transformasi digital untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat agar bisa bersaing dengan media sosial.

Kecepatan transformasi digital tersebut menjadi pekerjaaan rumah tangga bersama, sebab kata Khofifah menggambarkan bahwa media A mengunggah berita pada jam 6 dan sudah 8 jam lebih ternyata viewernya sekitar 25 ribu tapi pada interval waktu yang sama di sebuah sosial media itu sudah jutaan (viewer).

“Itu memang membutuhkan kecepatan kita untuk bisa mendapatkan viewer yang kira-kira dia butuh berita ini kalau dia tidak akses berita ini dia akan merasa tertinggal informasinya,” katanya.

Sehingga untuk mengatasi pekerjaan rumah tangga tersebut diperlukan pertemuan wartawan agar menghasilkan pemikiran produktif dan strategis.

“Apa yang sebetulnya bisa kita lakukan bersama mungkin kalau ada pertemuan-pertemuan nasional bang Atal bikinlah di Jawa Timur, banyak sekali tempat yang memungkinkan kita berpikir produktif dan strategis,” tandasnya. (lis)