Caption Foto : Petugas saat menunjukkan BB dan Tersangka

mediapetisi.net – Seorang Pria berinisial EWS pedagang kredit, warga Dusun Babut, Desa Plemahan Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang  berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Jogoroto karena berani mengedarkan Pil Koplo di wilayah Jogoroto. Senin (27/12/2021)

Kapolsek Jogoroto, AKP Achmad Darul Hudha menjelaskan, berawal dari laporan masyarakat adanya transaksi obat terlarang di warung kosong. Selanjutnya unit reskrim Polsek Jogoroto melakukan penyelidikan dan petugas berhasil mengamankan saksi berinisial ZA alias Ipin yang kedapatan membawa 32 pil dobel L di saku celananya. Setelah petugas menangkap pelaku di warung kosong di depan lapangan Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang pada Minggu (26/12/2021) sekitar jam 20.00 WIB.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan telah terpenuhi 2 alat bukti yang cukup, pelaku ditetapkan sebagai tersangka pengedar obat keras berbahaya,” jelasnya.

Selanjutnya dilakukan pengembangan dan ditemukan 4 plastik klip dengan jumlah total 200 butir pil dobel L di warung kopi milik Ipin di Dusun Banjarpoh, Desa Palrejo Kecamatan Sumobito kabupaten Jombang.

“Diakui oleh saksi bila barang tersebut adalah miliknya yang sebelumnya diperoleh atau dibeli dari tersangka EWS. Lalu, dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan penggerebekan di rumah EWS dan ditemukan ribuan butir pil dobel L yang belum terjual,” terang Darul.

Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus plastik klip berisi 32 (tiga puluh dua) butir pil LL, 1 plastik berisi 428 butir pil dobel L, 1 botol plastik putih berisi 60 plastik klip berisi pil dobel L dengan jumlah keseluruhan 600 butir, 1 botol plastik putih berisi 1000 butir pil dobel L, 5 plastik berisi pil dobel L dengan jumlah keseluruhan 5.000 butir, 3 plastik berisi 300 plastik klip.

“Kami juga menyita 1 (satu) unit handphone merek Vivo milik tersangka. Untuk total keseluruhan barang bukti yang disita sejumlah 7.260 pil dobel L,” ungkap Darul.

Menurut Darul, pil koplo yang ditemukan di rumah tersangka diakui diperoleh dengan cara membeli melalui seorang perantara berinisual TUI dan diduga dikendalikan dari dalam salah satu lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Jawa Timur.

“Akibat perbuatan mengedarkan sediaan farmasi berupa pil dobel L tanpa ijin, tersangka diduga melanggar pasal 196 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka diamankan di Polsek Jogoroto guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (lis)