Caption Foto : Kepala BPBD Jombang saat ditemui di kantornya

mediapetisi.net – BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang bersama dengan 750 tim relawannya selalu sigap dan siap bersedia sepanjang waktu dalam menanggulangi dan menangani bencana yang ada di Kabupaten Jombang.

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten Jombang sepanjang waktu selalu siap bersedia menanggulangi bencana. Tidak peduli di musim penghujan atau tidak musim penghujan dikarenakan menurutnya bencana itu selalu ada dan tidak tahu kapan terjadinya bencana tersebut.

“Memang kebetulan BPBD memiliki banyak jaringan yang pertama jaringan relawan yang sudah banyak tersebar di seluruh antero Kabupaten Jombang sehingga sekecil apapun kejadian yang terjadi maupun di pelosok wilayah kabupaten Jombang sudah pasti terpantau. Kedua melalui kasi tantrib penyelamatan yang merupakan agen dari BPBD kabupaten Jombang yang memiliki komunikasi langsung dengan pusat pengendalian operasi yang ada di BPBD,” ungkap Abdul Wahab Kepala BPBD Kabupaten Jombang saat ditemui di kantornya. Kamis (2/12/2021)

Meskipun BPBD tidak banyak memiliki kelompok atau komunitas relawan, namun masing-masing kelompok atau komunitas relawan tersebut sudah tersebar dan memiliki jaringan di seluruh Kabupaten Jombang seperti Semar dan Bagana dan lainya. Sampai saat ini jumlah relawan BPBD yang ada di Kabupaten Jombang kurang lebih sekitar 750 relawan termasuk yang sudah tersebar di seluruh kecamatan.

“Di musim penghujan ini untuk potensi banjir di Kabupaten Jombang dibanding dengan Nganjuk dan Mojokerto, Jombang relatif lebih aman, tetapi ini saling bergantian sifatnya. Kalau memang nantinya terjadi banjir terutama yang perlu disiapkan oleh relawan yakni dapur umum , dan kami sudah punya hubungan dengan Dinas Sosial sehingga dapur umum bisa diaktifkan atau didirikan sewaktu-waktu ketika ada banjir,” terang Wahab.

Tidak hanya dapur umum, BPBD Jombang juga sudah membina desa – desa yang rawan banjir menjadi Kampung tangguh bencana, seperti desa-desa yang ada di sekitar kali konto mulai dari Desa Ngoro, Desa Gudo, Desa Perak dan Bandarkedungmulyo serta mengedukasi kader-kadernya agar bisa lebih tangguh menghadapi bencana yang datang seketika. 

“Dengan dibentuknya kampung tangguh bencana kader-kader tersebut diberi pelatihan mulai dari pembentukan kader desa, pembentukan forum komunikasi desa, sampai kepada pembentukan kelompok-kelompok kader pembina dan kita membekali kader-kader dengan simulasi dan evaluasi. Jadi ada jalur evakuasi, titik kumpul , dan ada titik pengungsian,” papar Wahab.

Menurut Wahab, relawan itu sangat multifungsi, bisa berfungsi sebagai agen dalam artian ketika terjadi bencana ia langsung ke lokasi lalu mengkonfirmasikan kepada sesama relawan peduli bencana, lalu melakukan evakuasi terhadap lansia dan orang yang mengalami disabilitas agar mereka juga terhindar dari pusaran banjir yang mungkin menggenangi rumah mereka.

Sementara itu, BPBD Jombang juga melakukan mobilisasi pasukan untuk melatih Water Rescue yakni penyelamatan yang dilakukan di bawah air mulai dari adanya orang yang tenggelam, orang yang menceburkan diri ke sungai atau semacamnya mungkin juga penyelamatan di dalam laut karena kita juga melatih untuk pasukan tidak hanya di sungai tetapi juga di laut. 

“Tidak semua yang mengikuti pelatihan tersebut karena ada relawan yang tergabung di dalam komunitas yang artinya mereka merupakan mitra kerja kita dan keberadaannya mereka itu fungsional tidak hirarkis, tapi ada relawan yang hirarkis yang artinya mereka bergerak di bawah komando BPBD, ini yang kita perdalam kemampuannya teknis sesuai dengan bidangnya seperti bencana di gunung sungai maupun dengan bencana kecelakaan beruntun dimana para korban terjepit di tumpukan mobil yang saling bertabrakan,” tandasnya. (lis)