Caption Foto : Gubernur Khofifah saat Expo K-UMKM

mediapetisi.net – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggerakan ekonomi rakyat untuk kembali tumbuh dan bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan  rakyat. Salah satunya yaitu dengan menggerakkan sektor koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Koperasi dan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian di Jatim. Kontribusi terhadap PDRB Jatim pada Triwulan II tahun 2021 mencapai 57,25 persen. 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka 8th Koperasi dan UKM (K-UKM) Expo Hybrid 2021 bertajuk Bela & Beli Produk Lokal di Atrium Grand City Mall Surabaya. Pameran K-UKM EXPO 2021 merupakan agenda tahunan yang sudah terselenggara ke-8 kalinya. Acara expo tersebut merupakan rangkaian Hari Jadi Ke-76 Provinsi Jawa Timur ini dilaksanakan secara hybrid artinya berlangsung secara offline dan online. Tahun ini sebanyak 90 unit stan ikut menyemarakkan K-UKM Expo 2021. Gubernur Khofifah melakukan peninjauan stand vaksinasi bagi para pelaku UKM yang disiapkan sebanyak 500 dosis vaksin di lantai 1 Grand City Mall Surabaya. Vaksinasi tersebut menyasar masyarakat umum dengan usia 12 tahun, terselenggara atas kerjasama Pemprov Jatim, Kadin Jatim dengan RS PHC Surabaya.

Gubernur Khofifah mengatakan, kebangkitan perekonomian di Jatim berasal dari sektor koperasi dan UMKM. Oleh karena itu, K-UKM Expo Hybrid 2021 ini bisa diharapkan menjadi pembangkit semangat koperasi dan UMKM di Jatim. Meskipun pelaksanaannya dilakukan secara hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Hari ini kita mulai melakukan expo K-UKM itupun secara hybrid. Ada yang expo secara langsung di sini, ada yang mengikuti secara virtual. Artinya kita melakukan dengan penuh kehati-hatian dan menjaga protokol kesehatan yang ketat,” kata Khofifah.

Lanjut Khofifah, kebersamaan Pemprov Jatim dengan instansi vertikal seperti Perwakilan BI Jatim, OJK Kanreg IV dapat menjadi penguat dari kebangkitan dan semangat Koperasi dan UMKM di Jatim. Betapa pentingnya backbone ekonomi Jawa Timur ini perlu mendapatkan penguatan di saat kondisi Covid-19 sudah makin terkendali. Apalagi kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim mencapai 57,25%.

“Pertumbuhan ekonomi di Jatim pada semester I Tahun 2021 mencapai 7,05%. Ke depan harapannya perekonomian di Jatim semakin bergerak meningkat dan bisa terdongkrak di triwulan IV Tahun 2021.

Pergerakan kita di sektor ekonomi, maupun transportasi publik ini mulai bergerak di Bulan September. Dari angka pertumbuhan ekonomi tersebut, tentu diharapkan bisa terdongkrak di triwulan IV. Pasalnya, pada triwulan III terdapat PPKM Darurat pada Bulan Juli dan PPKM Berlevel pada Bulan Agustus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim Mas Purnama Hadi mengatakan, penyelenggaraan 8th K-UKM Expo Hybrid 2021 diselenggarakan selama 5 hari yaitu 15-19 September 2021 pukul 10.00 s.d 21.00 WIB. Kali ini mengangkat tema Sinergi Gotong Royong dan Momentum Kebangkitan Ekonomi Kerakyatan di Jawa Timur. Ada Talkshow UMKM Bangkit yang menghadirkan pelaku usaha yang telah sukses menjalani usaha secara online dan offline, fashion show oleh anggota komunitas usaha kreatif Jatim, Workshop Pelatihan Pembuatan Produk Kerajinan.

“Selain itu juga diadakan Pemilihan Putra Putri Batik Jatim Tahun 2021, Festival Belanja Online dalam Mendukung Kampanye Gerakan Nasional #Bangga Buatan Indonesia diikuti oleh UKM Jatim yang telah bermitra dengan Shopee Indonesia, vaksinasi massal bagi penggerak koperasi, pengusaha dan tenaga kerja di sektor UMKM,” pungkasnya. (hms/lis)