Caption Foto : Kasat Reskrim didampingi Kanit PPA Polres Jombang saat diwawancarai awak media

mediapetisi.net – Seorang perempuan berinisial AL (31) asal Kecamatan Kemlagi, Mojokerto melakukan bisnis prostitusi di Jombang sejak tahun 2019. AL menjalankan bisnis tersebut mengontrak sebuah rumah di kawasan eks lokalisasi Tunggorono, Dusun Tunggul, Desa Tunggorono, Jombang dengan membuka warkop di depan rumah kontrakannya.

“Pengunjung warkop ditawari berkencan dengan anak buahnya. Pria hidung belang yang berminat langsung bisa berkencan di kamar rumah kontrakan. Menurut AL tidak merekrut (pekerja seks komersial/PSK) karena mereka datang sendiri ke rumahnya,” terang Kasat Reskrim Polres Jombang AKP. Teguh Setiawan saat ditemui di kantornya. Senin (14/6/2021).

Lanjut Teguh, AL mempunyai anak buah 3 orang dan mereka tergolong masih muda yang berusia 23 – 30 tahun berasal dari Kediri dan Nganjuk. Sedangkan orang yang kencan di rumahnya sama AL dikasih tarif Rp 150.000 untuk sekali kencan selama satu jam. Dari setiap transaksi, AL sebagai mucikari menerima keuntungan Rp 25.000. Tetapi waktu penggrebekan tanggal 10 Juni 2021  yang dilakukan oleh Anggota Reskrim Polres Jombang hanya menemukan 2 anak buah AL.

Beberapa kali Anggota Reskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan tidak berhasil,baru kemarin kita berhasil melakukan pengungkapan atas bisnis psk. Penghasilan dari bisnis prostitusi itu untuk memenuhi kebutuhan pribadi AL mulai dari kebutuhan hidup di Jombang, mengangsur utang, membayar uang sewa rumah Rp 1 juta per bulan, hingga menafkahi anak psk yang jadi anak angkatnya yang kini berusia 1,5 tahun,” jelasnya. 

“Sementara ini ada pendalaman apakah ada lingkup – lingkup khusus yang mereka pasangi untuk mencari psk – psk yang lain. Barang bukti berupa 1 (Satu) buah sprei warna biru motif doraemon, 1 (Satu) bungkus tisu merk tessa, 1 (Satu) buah HP merk VIVO warna biru, 1 (Satu) buah HP merk OPPO warna hitam, 1 (Satu) bungkus kondom merk SUTRA bekas pakain, 1 (Satu) buah kaos lengan pendek warna putih, 1 (satu) buah jumpsuit warna hijau dan Uang tunai sebesar Rp 150.000,-.  Tersangka dikenakan Pasal 296 dengan hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” pungkasnya. (lis)