Caption Foto : Gubernur Khofifah saat menyerahkan penghargaan ke siswa Juara KSN

mediapetisi.net – Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengumumkan secara daring hasil Kompetisi Sains Nasional (KSN) yang merupakan salah satu kompetisi pendidikan paling bergengsi di Indonesia dengan Juara Umumnya adalah Jawa Timur. Perolehan 70 medali yang teridiri dari 19 medali emas, 24 perak, dan 27 perunggu, telah mewujudkan mimpi dunia pendidikan Jawa Timur untuk menjadi juara umum KSN setelah menunggu 18 tahun sejak aktif mengikuti kompetisi tersebut  mulai tahun 2002. 

Tentu saja prestasi sebagai juara umum KSN 2020 ini bukanlah satu-satunya prestasi yang diukir oleh siswa siswi Jatim. Masih ada ratusan prestasi berskala nasional dan internasional yang telah diraih selama tahun 2020 ini, termasuk didalamnya siswa siswi Jatim menjadi yang terbanyak di Indonesia diterima di Perguruan Tinggi melalui jalur SMNPTN. 

Semangat insan pendidikan di Jatim untuk mencapai prestasi terbaiknya tidak surut walaupun dalam masa Pandemi Covid-19. Justru di masa pandemi ini berbagai kompetisi terutama yang diselengarakan secara online diikuti dengan penuh antusiasme. Terhadap capaian itu, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menyampaikan,Dalam suasana pandemi seperti ini, justru anak-anak Jawa Timur menunjukkan prestasi terbaiknya. Para kepala sekolah dan guru pun telah menunjukkan kinerja terbaik membangun generasi emas Jawa Timur yang lebih kreatif dan inovatif disertai dengan akhlak yang mulia, jelasnya.

Sedangkan peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga Kependidikan, khususnya untuk 20 ribu lebih Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) juga menjadi wujud perhatian Pemprov Jatim terhadap kualitas pendidikan. Dalam RAPBD Tahun 2021, Pemprov Jatim menganggarkan Rp11,868 triliun untuk membiayai sektor pendidikan. Itu artinya setara 51,74 persen anggaran perangkat daerah akan digunakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Jatim.

“Selama masa pandemi Covid-19 meskipun sebagian anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi, Pemprov Jatim terus meningkatkan kualitas pendidikan tidaklah surut. Berbagai inovasi pembelajaran terus dikembangkan baik yang berbasis daring maupu luring. Selain itu ada pngembangan kompetensi guru untuk pembelajaran daring, pengembangan learning management system, kerjasama dengan komunitas dan pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa, penyediaan anjungan belajar mandiri untuk sekolah yang belum terjangkau internet,” terangnya..

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menegaskan bahwa berbagai prestasi dan inovasi pendidikan di Jawa Timur menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan Jawa Timur di masa kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa sebagai Gubernur dan Emil Elistianto Dardak sebagai Wakil Gubernur telah terbangun lebih kondusif untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan di Jawa Timur.

“Program Jatim Cerdas yang merupakan salah satu program prioritas dari Nawa Bhakti Satya Pemerintah Provinsi jawa Timur dibawah kepemimpinan Ibu Khofifah dan Pak Emil bukan sekedar isapan jempol belaka. Program ini telah menjadi pemicu inovasi dan prestasi pendidikan di Jawa Timur,” ungkapnya.

Wahid menegaskan berbagai kebijakan yang disertai dengan skema anggaran yang memadai telah menjadi stimulasi tumbuh kembangnya inovasi dan prestasi pendidikan. Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) untuk 4.000 lebih SMA, SMK dan SLB negeri dan swasta dengan 1,3 juta lebih siswa di Jatim yang dilaksanakan sejak Tahun 2019, selain telah meringankan biaya yang dikeluarkan oleh para orang tua, program ini juga menjadikan ruang fiskal sekolah lebih leluasa untuk mendorong inovasi dan prestasi di masing-masing satuan pendidikan, pungkasnya. (Hms Jatim/Yn)