Caption Foto : Staf Ahli APKASI memberi cinderamata kepada Bupati Jombang

mediapetisi.net – Audiensi dan sosialisasi program unggulan Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bidang peningkatan kapasitas mutu pendidik, peningkatan iman dan taqwa serta literasi pendidikan di Kabupaten Jombang. Bupati Jombang didampingi oleh Asisten I, Kepala Dikbud dan dihadiri oleh Kepala SD, K3S, HIMPAUDI, IGTKI, BKD, Humas dan lainnya yang terkait, serta Bank Jatim Syariah. Sedangkan untuk materi sosialisasi  Adi Purna Irawan dan Aditya Surya, Serta Umi Kasanah sebagai Sekretaris yang seluruhnya berasal dari APKASI. Bertempat di Ruang Rapat Swagata Pendopo Kabupaten Jombang. Jum’at (11/10/2019).

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan segala permasalahan yang ada di kabupaten akan dibahas di APKASI. APKASI sendiri merupakan wadah perkumpulan pemerintah Kabupaten seluruh Indonesia. Pada sosialisasi ini akan dibahas pendidikan dan pendidik yang ada di Indonesia terutama di Kabupaten Jombang. Sumber daya manusia dapat unggul jika pendidiknya juga mendukung. APKASI memperhatikan nasib guru dengan hadir ke beberapa kabupaten yang ada di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Jombang.

“Kabupaten Jombang memiliki tenaga pendidik yang PNS totalnya 5.312 orang, sedangkan tenaga pendidik Non PNS 6.839 orang dan Saya tidak diizinkan untuk mengangkat tenaga honorer untuk menjadi PNS. Upaya yang kami lakukan diantaranya dengan mengundang tokoh-tokoh yang telah berhasil untuk membantu pendidikan siswa Jombang yang kurang mampu untuk dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, sehingga generasi Kabupaten Jombang memiliki pendidikan yang tinggi, serta beberapa program lain yang bermanfaat untuk meningkatkan pendidikan di kabupaten Jombang. Saya berharap materi yang disampaikan dapat bermanfaat untuk menjadikan Kabupaten Jombang kedepan yang lebih baik,” harapnya.

Staf ahli bidang pendidikan dan kesehatan APKASI, Himmatul Hasanah, MP menjelaskan, APKASI merupakan wadah atau organisasi dari para Bupati seluruh Indonesia yang berjumlah 416 Kabupaten. APKASI juga merupakan mitra pemerintah yang paling strategis saat ini dan menjadi fasilitator kepentingan daerah maupun pusat, juga diberikan kewenangan untuk memberikan masukan untuk membangun pemerintah. Sebagai organisasi pemerintah seluruh Indonesia, APKASI menjadi lembaga yang diperhitungkan oleh berbagai kalangan, bukan hanya pemerintah dan DPR RI atau DPD RI saja, tetapi juga dari kalangan akademisi, praktisi hukum dan kalangan luas sesuai tugas dan fungsi APKASI yaitu, menjadi mitra strategis meperintah maupun lembaga lain yang memiliki visi misi yang sama seperti APKASI dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah.

“Kegiatan hubungan kelembagaan yang dilakukan APKASI memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap program-program pembangunan Nasional. Eksistensi APKASI menjadi mind resors bagi seluruh lembaga dalam memahami perkembangan dan pembangunan daerah. Salah satu dari permasalahan yang menjadi tugas pemerintah adalah pembangunan Sumber Daya Manusai secara merata. Kualitas Sumber daya manusia sangat fundamental dalam membangun masa depan bangsa dan pondasi kuat ditengah sengitnya persaingan regional dan global. Tingkat kemampuan  bahasa Inggris masyarakat Indonesia masih rendah yang memerlukan kesadaran bangsa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dalam berbahasa Inggris yang disertai dukungan oleh pelaku sektor pendidikan, baik formal maupun informal,” tegasnya.

Tahun 2015 kualitas pendidikan di Indonesia berada diurutan 164 dari 170 Negara. Faktanya dari 190 Kabupaten yang pernah dihadiri APKASI, hampir 50% tenaga pendidik di support oleh tenaga honorer yang statusnya belum jelas dan rata-rata penghasilannya jauh dibawah UMK Kabupaten. Untuk memperbaiki Indonesia kedepan harus ada perbaikan pada bidang pendidikan yang berkualitas dengan memperhatikan kesejahteraan guru. 

“Ingin sukses kedepan maka pendidikan harus dipegang, Negara maju manapun itu menjadikan profesi paling hebat, paling tinggi penghargaannya itu pasti pendidikan. Program APKASI diantaranya peningkatan mutu guru, bahasa inggris cepat hanya 3 hari dan untuk guru hanya sehari agar nantinya dapat bersaing dengan dunia internasional, serta Seminar internasional dan bersertifikat, serta wisata edukasi dan lainnya,” pungkasnya. (rin)