Caption Foto : Kepala Kemenag Jombang Muhajir saat diwawancarai

mediapetisi.net – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menyelenggarakan diklat penguatan kompetensi bahasa Inggirs bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI). Total sebanyak 169 guru MI, baik negeri maupaun swasta mengikuti kegiatan ini.

Pada kesempatan ini, Kemenag Jombang bekerja sama dengan Lembaga Khursus dan Pelatihan (LKP) World Engglis Kampung Inggris Pare, Kediri. Selama kegiatan, para guru MI akan mendapatkan materi tentang penguatan kompetensi bahasa inggris sehingga mampu memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang, Muhajir menegaskan melalui diklat ini pihaknya ingin mengembangkan potensi dan kemampuan mengajar bahasa Inggris guru MI di Kabupaten Jombang.

“Kita sudah punya moto ‘Madrasah Maju Bermutu Mendunia’ maka itu kita sangat berharap pembelajaran di semua jenjang madrasah nanti sudah menggunakan bahasa asing terutama Inggris dan Arab,” terang Muhajir saat ditemui, di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang.

Muhajir mengakui jika guru selama masih belum maksimal memberikan pembelajaran bahasa asing, baik Inggris maupun Arab. Hal itu dibuktikan ketika banyak siswa yang telah lulus masih kesulitan berkomunikasi bahasa Arab maupun Inggris.

“Cuma memang harus ada evaluasi terkait dengan pembelajaran bahasa Arab-Inggris di madrasah kita selama ini karena faktanya meskipun pembelajaran bahasa Arab-Inggris sudah mulai jenjang MI sampai Aliyah dan itu terjadi sekian ratus jam, nyatanya anak-anak begitu lulus mereka masih belum bisa berkomunikasi bahasa Arab dan Inggris makanya perlu dievaluasi,” jelasnya.

Maka dari itu, Muhajir berharap diklat bahasa yang dilakukan dengan LKP world english kampung Inggris Pare ini bisa meningkatkan kompetensi guru-guru, khususnya guru bahasa Inggris.

“Kami berharap dengan kegiatan ini semakin bisa meningkatkan kompetensi guru-guru bahasa Inggris sehingga pelajaran bahasa Inggris menjadi salah satu materi yang menyenangkan buat anak-anak dan kita berharap pembelajaran di madrasah kita nanti sudah menggunakan bahasa Arab dan Inggris,” harapnya. (yn)