Caption Foto : Plh Kepala Disdikbud Jombang saat meninjau ANBK

mediapetisi.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang melaksanakan sosialisasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer dibuka langsung oleh Plh Kepala Disdikbud Jombang di dampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar.

Sosialisasi ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) memberikan pemahaman kepada Kepala satuan Pendidikan bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak memahami mekanisme, manfaat, dan persiapan yang diperlukan untuk pelaksanaan ANBK, sehingga prosesnya dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal.

Sosialisasi diikuti sebanyak 522 Kepala satuan pendidikan selama 2 hari, hari pertama tanggal 19 Agustus sebanyak 253 peserta bertempat di SDN Pperak 2 dan SDN Dukuhklopo sedangkan tanggal 20 Agustus sebanyak 269 peserta bertempat di SDN Mojowarno 1 dan SDN Rejoagung Ploso Jombang. Hal ini disampaikan oleh Rhendra Kusuma Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang. Rabu (20/8/2025)

Sosialisasi ANBK, penyelenggara pendidikan merancang tindak lanjut untuk perbaikan mutu sistem pendidikan. Mekanismenya mekanisme memberikan informasi tentang teknis pelaksanaan ANBK, termasuk materi soal, proses penskoran, tata tertib peserta, dan pelaporan hasil.

“Sosialisasi ANBK juga memberikan informasi kepada peserta didik tentang apa yang diharapkan dari mereka dalam mengikuti ANBK, termasuk materi yang akan diujikan dan tata tertib yang harus diikuti. Yaitu meningkatkan mutu pendidikan dengan pemahaman yang baik tentang ANBK,” terang Rhendra.

Rhendra berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dan di seluruh sistem pendidikan dengan cara membangun kepercayaan diri peserta didik:

“Perlu diketahui, Sosialisasi juga bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam menghadapi ANBK. Mendorong perbaikan sistem pendidikan. Sedangkan hasil ANBK diharapkan dapat menjadi umpan balik yang konstruktif bagi pihak sekolah dan pemerintah dalam melakukan perbaikan sistem pendidikan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (yn)